Wow! Maya Nabila Gadis Minang Ini jadi Mahasiswa Termuda Program Doktor di ITB

PENDIDIKAN-2246 hit

PADANG - Membanggakan! Ucapa ini pantas diberikan pada gadis Minang baru berusia 21 tahun, Maya Nabila. Prestasi, gadis kelahiran Kota Padang, Sumatera Barat 1999 ini, menambah daftar orang Minang yang mengharumkan Sumbar di pentas nasional, karena ia tercataat sebagai mahasiswa S3 (Doktoral) di ITB (Institut Teknologi Bandung).

Maya sendiri menyelesaikan program S1 di Unand Padang ini. Kemudian ia menjadi sarjana termuda pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) periode 2021/2022 di ITB Bandung. Maya Nabila terdaftar sebagai mahasiswa baru pada jenjang pendidikan Strata 3 (S3) periode 2021/2022.

Pada umumnya pada usia 21 tahun, seseorang masih di bangku kuliah atau baru menyelesaikan pendidikan Strata-1 (S1). Namun Maya Nabila,justru sudah menjadi mahasiswi S3 dalam usia belia ini.

Baca Juga


Sebagaimana dilansir dari Indeksnews.com, Maya Nabila mengambil program studi Matematika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB.

Perempuan kelahiran 1999 itu sudah memperlihatkan kebrilianannya sejak kecil. Ia masuk sekolah dasar (SD) saat usianya masih lima tahun. Sementara di SMA, masuk program akselerasi. Dalam waktu dua tahun, ia sudah menyelesaikan pendidikan di SMA.

"Sejak kecil, aku suka belajar hal-hal baru dan alhamdulillah ada kesempatan lanjut S2/S3 dengan program PMDSU," katanya Maya, Kamis (21/1/2021).

Maya mengakui pengaruh keluarganya sangat besar. Papanya juga kuliah sampai S3. Hanya saja Maya Nabila mampu menyelesaikan studinya lebih awal. SMA hanya dua tahun, sarjana pun diselesaikannya kurang dari empat tahun.

"Alhamdulillah, saya mendapatkan beasisiswa melalui Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kemenristekdikti," jelas Maya Nabila.

Pendidikan pasca sarjana (S2 dan S3) di ITB bisa diikuti Maya Nabila melalui PMDSU ini.

"Kendala yang harus dihadapi yaknni beradaptasi dengan pelajaran yang sebelumnya didapat saat studi sarjana di Universitas Andalas Prodi Matematika," jelas Maya.

Sekalipun Maya menjadi sarjana termuda, Maya Nabila merasa belum memberikan kontribusi yang nyata bagi kampus atau negara.

"Senang jadi mahasiswa S3 ITB termuka, tetapi sayai belum jadi apa-apa, baru menjadi mahasiswa termuda saat ini. Aku belum punya kontribusi apapun untuk kampus ataupun negara," ujarnya.

nabiMaya bertekad bisa menyelesaikan pendidikan Strata-3 nya tepat waktu dan kemudian masuk ke dunia pekerjaan.

"Saya bercita-cita menjadi dosen," ujarnya.

Namun di instansi manapun nanti bekerja, Maya berharap bisa memberikan pengaruh positif.

Selain ingin menjadi dosen, jika diberi kesempatan dan kemampuan, Maya ingin mendirikan sekolah bagi orang yang mengalami keterbatasan. Karena menurutnya, pendidikan bagi seseorang itu sangat penting. (Fen)

Sumber:Indeksnews.com/suhanews.co.id

Loading...

Komentar

Berita Terbaru