Ikut Vaksinasi Covid-19, Ini Testimoni Jubir Pessel Rinaldi

KESEHATAN-262 hit

Painan - Senin 18 Januari 2021, adalah hari saat saya diberi vaksin covid 19 bernama Sinovac. Bagi saya, bahkan Kabupaten Pesisir Selatan, vaksinasi merupakan sejarah dan sekaligus babak baru dalam "perang" melawan covid 19.

Sebab, jika sebelumnya "senjata" hanya mengandalkan tiga "M" memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, serta menjaga imun tubuh dengan istirahat teratur, rajin olahraga makan bergizi. Kini senjata mampuni sudah datang dan sudah alirkan ke tubuh yakni vaksin sinovac.

Keinginan untuk menjadi salah seorang yang divaksin pertama sudah ada sejak mengikuti video conference (Vidcom) sosialisasi vaksin oleh Menteri Kesehatan, 5 Januari lalu.

Baca Juga


Akan tetapi, kemudian semangat tersebut agak surut, gara gara tidak mendapat dukungan dari istri. Saran istri saya sebaiknya rencana divaksin ditunda saja dulu. Katanya, bisa berbahaya, karena bisa jadi vaksin itu memberi efek negatif di luar perkiraan banyak orang.

Namun semenjak Jumat 15 Januari, tekad saya sudah padu dan pekat untuk tetap divaksin. Saya yakin toh nanti pasti menurut juga.

Lalu, divaksin itu sakit tidak..? Yang namanya disuntik sudah pasti ada sakitnya, tapi sakitnya tipis. Tipiis sekali. Setipis sakit dicubit kekasih.

Sakitnya memang tipis tapi yang agak berat beban psikologisnya, sebab saya termasuk orang yang takut disuntik, selain itu juga kuatir dengan efeknya dan sebagainya. Maklum banyak isu miring tentang vaksin beresar di medsos ditambah lagi istri kurang mendukung.

Tapi itu saat sebelum divaksin dan satu jam pasca divaksin. Kini sudah lega dan sedikit bangga. Kenapa ?

Pertama, sejak divaksin saya sudah memiliki senjata baru untul melawan covid ya... vaksin. Meskipun efikasi vaksinnya 65 %, saya yakin di tubuh saya bisa jadi 100 %. Karena saya yakin 35 % efikasinya bonus dari Allah atas ikhtiarku.

Kedua, saya telah mencatatkan nama sebagai salah seorang yang berani divaksin tahap pertama di Pesisir Selatan. Tidak banyak lho yang berani ikut. Cuma 16 orang, dan itu tidak semua yang lolos sreening kesehatan, ada enam orang yang tidak bisa divaksin.

Ketiga, saya sudah melakukan ikhtiar malsimal dalam melawan covid 19. Jauh lebih ksatria dari orang orang disana, jangan kan divaksin diawab saja takut.

Terakhir, saya mengajak masyarakat untuk lebih percaya kepada pemimpin ketimbang hoaks. Serahkan sesuatu pada ahlinya. Semoga ikhtiar vaksinasi diberkahi Allah. Amiin (Rinaldi, Jubir Satgas Covid). (Rnd)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru