Perselisihan Kasus Pemberitaan Belum Usai, Kuasa Hukum Wiza Andrita Layangkan Somasi

SAWAHLUNTO - Akibat sebuah pemberitaan ringan, akhirnya jadi meluas dan menimbulkan ketidak puasan yang berujung somasi terhadap Anton Saputra, seorang wartawan media online fajarsumbar.com untuk segera minta maaf secara tertulis kepada Wiza Andrita. Tak hanya, Anton harus memuatnya permintaan maaf di tujuh media online dan cetak maupun elektronik dalam waktu 4x24 jam, sejak somasi dilayangkan kuasa hukum yang bersangkutan.

Hal ini mengemuka dalam press conference yang digelar kantor Hukum Zulhefrimen dan Kawan di Hotel Parai City Garden, Selasa (12/1/21).

"Klien kami sangat dirugikan atas nama baik serta jabatannya dengan adanya pemberitaan yang tidak memenuhi unsur layaknya sebuah berita. Apalagi berita tersebut dianggap tidak berimbang dan di konfirmasi ke sumber utamanya sehingga menjadi opini pribadi saudara Anton. Atas dasar ini, dan tidak adanya itikat baik saudara Anton untuk meminta maaf kepada klien kami, maka somasi hukum harus kami layangkan dalam waktu 4x24 jam, jika tidak digubris, kasus ini akan kami laporkan ke polisi." Ungkap Zulhefrimen didampingi rekannya Cory Amanda, SH, dan Fadhillah Tsani,SH, serta kliennya Wiza Andrita.

Zulhefrimen mengutarakan, surat somasi itu sudah disampaikannya kepada Anton Saputra melalui orang yang ada dirumahnya. Dalam somasi ada 7 butir yang dianggapnya penting untuk jadi perhatian saudara Anton Saputra diantaranya, meminta Anton segera mencabut serta meralat semua pemberitaan yang dianggap telah merugikan nama baik serta jabatan kliennya yang sudah tersebar luas karena dianggap berita tersebut tidak pernah dikonfirmasi serta memenuhi unsur layaknya sebuah pemberitaan.

Pihaknya selaku kuasa hukum Wiza Andrita memberi waktu kepada Anton Saputra agar segera meminta maaf kepada kliennya secara tertulis dan kemudian dimuat di tujuh media massa baik cetak, online, maupun elektronik dalam durasi waktu 4x24 jam semenjak surat somasi hukum dilayangkan kemarin (12/1). Bila hal itu tidak dilakukan Anton Saputra, dengan sangat terpaksa dia akan melaporkannya ke polisi, dan bersiap pula melakukan gugatan ke PN Sawahlunto dalam kasus gugatan perdata.

Kasus tersebut bermula dari sebuah pemberitaan yang dimuat fajarsumbar.com terbitan 8 Januari 2021 lalu dengan judul berita "Terjadi di Pemko Sawahlunto Staf Diangkat Jadi Eselon III". Berita tersebut menjadi keberatan bagi Wiza Andrita, yang juga sebagai Kabag Kominfo Persandian dan Humas Sekretariat Pemko Sawahlunto. Setelah dicermatinya secara mendalam, terdapat pada alinea pertama hingga ketiga merupakan opini penulis berita. Sedangkan pada alinea kelima dan ketujuh tidak dijelaskan siapa ASN yang jadi sumber pemberitaan tersebut.

Wiza Andrita, sebelumnya merupakan ASN yang memimpin Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Sawahlunto FM dan kemudian diangkat sebagai Kabag Kominfoperhumas Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto 24 Januari 2020 silam. Tapi jauh sebelumnya, Wiza Andrita juga pernah sebagai ASN di RRI Regional I Bukitinggi.

Tempuh Ada Cara Lain

Saat ditanyakan beritaminang.com terkait kenapa kasus yang sesederhana ini sampai pula menimbulkan kegaduhan dan pusat perhatian beberapa pihak hingga sampai melayangkan somasi hukum, padahal masih ada cara lain yang bisa ditempuh secara baik yang lebih humanis melalui komunikasi dua arah baik dengan Anton Saputra maupun dengan pihak penerbit fajarsumbar.com. sebab, pihak redaksi fajarsumbar.com telah memberikan hak pelurusan berita yang ditayangkan kembali Anton Saputra dengan judul "Heboh,Pengangkatan Staf Jadi Eselon III di Sawahlunto".

Wiza Andrita yang dikonfirmasi ulang tadi pagi (13/1) mengakui sudah melayangkan hak jawabnya beberapa hari lalu agar tidak menimbulkan persepsi publik dalam soal pemberitaan yang dikonsumsi kalangan pembaca. Namun, kata dia, hak jawab itu belum ditayangkan juga tetapi yang muncul hanya penerbitan berita terbaru dengan judul disebutkan diatas. Wiza Andrita menyampaikan, kasus yang muncul ini merupakan hak pribadinya bukan atas nama institusi pemerintahan.

"Kasus ini berkaitan dengan saya bukan institusi, untuk itu mohon dimaklumi dan hormati privasi saya. Semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik. Sekarang saya sudah serahkan semua itu kepada kuasa hukum saya." Tuturnya digagang telepon. (Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru