Kota Padang Kembali ke Zona Oranye, Inilah Zonasi Covid-19 Kabupaten Kota di Sumbar

KESEHATAN-279 hit

PADANG - Update zonasi Kabupaten Kota di Sumatera Barat Minggu ke 44 Pandemi Covid-19 (Periode 10 Januari 2021 - 16 Januari 2021) disampaikan Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang, Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar.

Berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-44 pandemi covid-19 di Sumatera Barat oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, maka mulai tanggal 10 Januari 2021 sampai tanggal 16 Januari 2021, ditetapkan zona daerah sebagai berikut:

ZONA MERAH - RESIKO TINGGI (Skor 0 - 1,8): TIDAK ADA

Baca Juga


ZONA ORANYE - RESIKO SEDANG (Skor 1,81 - 2,40)

Kota Padang (skor 2,37)

Kota Bukittinggi (skor 2,31)

Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,31)

Kabupaten Sijunjuang (skor 2,29)

Kabupaten Padang Pariaman (skor 2,27)

Kabupaten Agam (skor 2,26)

Kabupaten 50 Kota (skor 2,18)

Kabupaten Solok (skor 2,17)

Kota Sawahlunto (skor 2,16)

Kabupaten Pasaman Barat (skor 2,15)

Kota Padang Panjang (skor 2,13)

Catatan: Yang paling rendah skornya itu adalah Kota Padang Panjang dan Kabupaten Pasaman Barat. Kita harapkan semua Kabupaten dan Kota lebih mengintesifkan pemeriksaan sample kepada warganya yang bertujuan agar penyebaran dan penangananan covid-19 dapat lebih baik lagi.

ZONA KUNING - RESIKO RENDAH (Skor 2,41 - 3,0)

Kabupaten Dharmasraya (skor 2,64)

Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,63)

Kota Pariaman (skor 2,59)

Kota Payokumbuah (skor 2,57)

Kabupaten Solok Selatan (skor 2,51)

Kabupaten Tanah Data (skor 2,48)

Kabupaten Pasaman (skor 2,45)

Kota Solok (skor 2,45)

Melihat skor diatas, pada minggu ke 44 pandemi covid-19 di Sumbar, Kabupaten Dharmasraya memiliki skor terbaik. Dharmasraya sebelumnya berada dalam zona orannye dan sekarang berada pada posisi zona kuning. Kita berharap dengan pemberlakuan Perda No. 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di Sumbar, akan semakin mempercepat memutus mata rantai covid-19 di Sumbar. Kabupaten Kepulauan Mentawai masih mempertahankan sebagai satu-satunya di Sumatera Barat yang belum ada kasus kematian di daerahnya.

ZONASI HIJAU - TIDAK ADA KASUS

(Tidak ada tercatat penambahan kasus covid-19 dalam 1 bulan terakhir dan jika ada yang positif telah sembuh seluruhnya serta tidak ada kasus meninggal 1 bulan terakhir)

Berdasarkan data tersebut di atas, pada minggu ke-44 pandemi covid-19 di Sumatera Barat, tidak ada daerah dengan zonasi merah dan hijau.

Catatan: Semakin tinggi skor, semakin baik pengendalian penyebaran covid-19 di daerah tersebut.

DATA KEMATIAN (FATALITY RATE) Per Kabupaten Kota sampai minggu ke-43 Pandemi Covid-19 di Sumatera Barat.

Diurutkan berdasarkan persentase tertinggi kematian:

Kabupaten Pasaman Barat meninggal 26 orang dari 445 warga terinfeksi (5,84%)

Kabupaten Padang Pariaman meninggal 37 orang dari 1.010 warga terinfeksi (3,66%)

Kabupaten 50 Kota meninggal 15 orang dari 413 warga terinfeksi (3,63%)

Kabupaten Tanah Datar meninggal 29 orang dari 890 warga terinfeksi (3,26%)

Kabupaten Pasaman meninggal 8 orang dari 256 warga terinfeksi (3,13%)

Kota Pariaman meninggal 16 orang dari 519 warga terinfeksi (3,08%)

Kabupaten Solok meninggal 18 orang dari 659 warga terinfeksi (2,73%)

Kabupaten Sijunjuang meninggal 17 orang dari 657 warga terinfeksi (2,59%)

Kota Solok meninggal 13 orang dari 518 warga terinfeksi (2,51%)

Kabupaten Pesisir Selatan meninggal 24 orang dari 992 warga terinfeksi (2,42%)

Kota Padang meninggal 262 orang dari total 12.873 warga terinfeksi (2,03%)

Kota Padang Panjang meninggal 14 orang dari 719 warga terinfeksi (1,95%)

Kota Sawahlunto meninggal 6 orang dari 328 warga terinfeksi (1,83%)

Kota Bukittinggi meninggal 17 orang dari 962 warga terinfeksi (1,77%)

Kabupaten Agam meninggal 26 orang dari 1.605 warga terinfeksi (1,62%)

Kota Payokumbuah meninggal 9 orang dari 605 warga terinfeksi (1,48%)

Kabupaten Dharmasraya meninggal 6 orang dari 454 warga terinfeksi (1,32%)

Kabupaten Solok Selatan meninggal 3 orang di 296 warga terinfeksi (1,01%)

Kabupaten Kepulauan Mentawai meninggal 0 orang dari 282 warga terinfeksi (0%)

Sampai minggu ke 43 masa pandemi covid-19 di Sumatera Barat, persentase tertinggi kasus kematian pasien covid-19 di Sumatera Barat masih terjadi di Kabupaten Pasaman Barat (5,84%) dan terendah adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang sampai saat ini belum ada kasus meninggal dunia (0%).

DATA KESEMBUHAN (RECOVERY RATE) Per Kabupaten Kota sampai minggu ke-43 Pandemi Covid-19 di Sumatera Barat. Diurutkan berdasarkan persentase tertinggi kesembuhan:

Kota Payokumbuah sembuh 577 orang dari 605 warga terinfeksi (95,37%)

Kota Padang sembuh 12.138 orang dari total 12.873 warga terinfeksi (94,29%)

Kota Pariaman sembuh 487 orang dari 519 warga terinfeksi (93,3%)

Kabupaten Agam sembuh 1.469 orang dari 1.605 warga terinfeksi (91,53%)

Kabupaten Padang Pariaman sembuh 922 orang dari 1.010 warga terinfeksi (91,29%)

Kota Padang Panjang sembuh 653 orang dari 719 warga terinfeksi (90,82%)

Kabupaten Dharmasraya sembuh 407 orang dari 454 warga terinfeksi (89,65%)

Kabupaten Solok Selatan sembuh 264 orang di 296 warga terinfeksi (89,19%)

Kabupaten Pasaman Barat sembuh 396 orang dari 445 warga terinfeksi (88,98%)

Kabupaten Tanah Datar sembuh 792 orang dari 890 warga terinfeksi (88,98%)

Kota Bukittinggi sembuh 846 orang dari 962 warga terinfeksi (87,94%)

Kabupaten Sijunjuang sembuh 574 orang dari 657 warga terinfeksi (87,37%)

Kabupaten Solok sembuh 574 orang dari 659 warga terinfeksi (87,10%)

Kabupaten 50 Kota sembuh 359 orang dari 413 warga terinfeksi (86,92%)

Kota Solok sembuh 449 orang dari 518 warga terinfeksi (86,68%)

Kabupaten Pesisir Selatan sembuh 855 orang dari 992 warga terinfeksi (86,19%)

Kota Sawahlunto sembuh 282 orang dari 328 warga terinfeksi (85,97%)

Kabupaten Kepulauan Mentawai sembuh 242 orang dari 282 warga terinfeksi (85,82%)

Kabupaten Pasaman sembuh 219 orang dari 256 warga terinfeksi (85,55%)

Sampai minggu ke 43 Pandemi Covid-19 di Sumatera Barat, Kabupaten Pasaman menjadi daerah terendah persentase kesembuhannya bersama Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kota Payokumbuah dengan Kota Padang menjadi daerah dengan tingkat kesembuhan tertinggi di Sumatera Barat.

INDIKATOR KESEHATAN MASYARAKAT (INDIKATOR PENETAPAN ZONASI)

Berikut 15 indikator kesehatan masyarakat yang terbagi menjadi 11 (sebelas) indikator epidemiologi, 2 (dua) indikator surveilans kesehatan masyarakat dan 2 (dua) pelayanan kesehatan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah:

Penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)

Jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada

Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)

Penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)

Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)

Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)

Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif

Insiden kumulatif kasus positif per 100.000 penduduk

Penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk

Penurunan angka kematian per 100.000 penduduk

Jumlah pemeriksaan sample diagnosis mengikuti standar WHO (1 orang diperiksa per 1000 penduduk per minggu) pada level provinsi

Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu

Positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%)

Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif COVID-19

Jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19.

Dengan telah ditetapkannya status zonasi daerah pada minggu ke-44 ini, diminta Kabupaten Kota segera menyesuaikan segala aktivitas di daerahnya dengan protokol masing-masing zona. Hal ini bertujuan agar penyebaran covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan. (Rel/MR)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru