Siap-Siap, Senin Depan Belajar Tatap Muka Dilaksanakan di Padang Panjang

PENDIDIKAN-165 hit

PADANG PANJANG - Wakil Walikota, Drs. Asrul menyatakan Kota Padang Panjang siap menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang akan dimulai Senin, 11 Januari.

"Kami meninjau sejumlah sekolah dari semua tingkatan yang dibagi dua tim. Alhamdullilah kesiapan cukup bagus. Insyaa Allah tetap muka bisa dilaksanakan Senin depan," ungkap Asrul seusai memonitor persiapan sekolah di seluruh tingkatan bersama Forkopimda, Jumat (8/1/2021).

Dikatakan Asrul, kesiapan sudah dimulai dengan melakukan test swab kepada guru. Kemudian dari pengamatan di sejumlah sekolah, sudah menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan, thermogun, kelas dengan jarak dan jumlah yang diatur.

Baca Juga


"Murid yang mengikuti PTM, mendapat izin orang tua, ini telah dilaksanakan oleh sekolah. Memang ada beberapa orang tua yang tidak mengizinkan tatap muka. Kita tidak memaksa, siswa bisa belajar secara daring," lanjut Asrul.

Terkait sekolah asrama, siswa yang akan masuk harus disertai dengan surat keterangan bebas Covid-19. "Bila belum memiliki surat keterangan, bisa menghubungi pihak sekolah. Pemko akan memfasilitasi dengan swab gratis. Sampai hasilnya keluar, murid diisolasi sementara di ruangan tertentu di asrama," jelas Asrul

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Drs. M. Ali Thabrani, M.Pd mengatakan, menyikapi SKB menteri perihal PTM di semester genap, pihaknya langsung membentuk tim yang memastikan semua sekolah siap dari segi sarana dan prasarana.

"Semua sudah memenuhi syarat. Guru sudah diswab, kesiapan administrasi, persetujuan orang tua dan komite sekolah. Siswa tidak dipaksa PTM, bila tidak berkenan bisa dengan pembelajaran jarak jauh," katanya.

Ali Thabrani turut menjelaskan jumlah swab bagi guru dan tenaga pendidik (tendik) seluruh tingkatan di Kota Padang Panjang. Yakni, guru dan tendik di bawah naungan Disdikbud sejumlah 1.249 orang, di bawah naungan Kemenag 707 orang. Di bawah naungan Provinsi Sumbar, SLTA sebanyak 264 guru , SMK sebanyak 362 guru, dan SLB 47 guru.

"Bila guru dinyatakan positif, akan diisolasi. Hasilnya sudah keluar sebelum PTM," katanya.

Tim satu yang dipimpin Asrul, meninjau SMPN 3, SD 11 Ekor Lubuk, SMAN 1 dan SMPN 5. Sementara Tim dua yang dipimpin Ketua DPRD Mardiansyah, A.Md memonitor ke SMPN I, SD kompleks di Kelurahan Gumala , SMAN II, dan SMA I Sumbar. (harris/lex)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru