Kelompok Tani Rantau Anak Nagari Pasaman Demo Ke PT Anam Koto

EKONOMI-959 hit

Pasaman Barat - Dalam masa pandemi Covid 19, Ribuan anggota kelompok Tani Rantau Anak Nagari Pasaman (RANPAS) kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat melakukan aksi demo untuk menuntut Hak Guna Usaha (HGU) PT Anam Koto dicabut dan lahan yang di anggap menyalahi aturan di serahkan ke kelompok tani Ranpas.

Ketua kelompok tani Rantau Anak Pasaman Asim Simanjntak kepada awak media menyampaikan dari data-data yang mereka dimiliki bahwasanya pengunaan lahan yang dikelola oleh pihak PT Anam Koto adalah illegal karena ada ketidak sesuaian antara keputusan Bupati Pasaman keputusan Gubernur dan di temukan sejumlah pelanggaran.

" Kita dari kelompok tani Rantau Anak Nagari Pasaman memimita izin PT Anam Koto dicabut karena tidak sesuai dengan prosedur dan kami juga sangat dirugiakn karena tanaman dan pondok kami yang pernah ada dirusak oleh pihak tak bertanggung jawab," ujarnya saat melakukan orasi dilahan yang di anggap bermasalah, Kamis (7/1/2021).

Dilain pihak, pihak Legal Menager PT Anam Koto J. Tamba kepada awak media mengatakan hari ini Areal perkebunan PT Anam Koto didatangi oleh kelompok Tani Ratau Anak Nagari Pasaman untuk menyampaikan orasi terkait HGU PT Anam Koto.

" kita mempersilahkan kelompok tani anak Nagari Ratau Pasaman menyampaikan orasinya, dan kita dari pihak PT Anam Koto sebagai pemegang izin atau hak yang legal sesuai aturan , pasti akan mempertahankan lahan ini, walau demikian kita tetap menghindari hal-hal tak diinginkan agar tak terjadi tindakan yang anarkis," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Gunung Tuleh Mulyadi meminta agar kelompok tani atau masyarakat yang melakukan aksi tidak sampai menimbulkan yang tak diinginkan atau anarkis.

" kita meminta agar tidak ada yang melakukan aksi anarkis saat melakukan aksi dan lebih baik menempuh jalur hukum agar mengetahui siapa yang memiliki hak yang sebenarnya, bukan dengan cara memaksakan kehendak," pintanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan dengan masih adanya wabah pandemi Covid 19, seharusnya kegiatan aksi seperti ini tidak dilaksanakan, apa lagi mengumpulkan banyak orang, kemudian kurangnya mematuhi protokoler kesehatan Covid 19 seperti pengunaan masker, jaga jarak yang bisa berdampak timbulnya klauter baru covid 19.

" Kita yang merupakan pelindung dan pengayom masyarakat terus mengingatkan dan meminta agar mematuhi protokoler kesehatan covid 19, jangan berkumpul dan tetap mengunakan masker dan mengimbau kepada masyarakat khsusunya kaum ibu-ibu dan anak-anak untuk kembali kerumah masing masing karena aksi serupa ini tidak akan bisa merubah keputusan, yang bisa merubah hanya melalui peradilan atau jalur hukum," terangnya. (de)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru