Polres Sawahlunto Rilis Penanganan Tindak Pidana Umum Tahun 2020 Turun 69 Kasus

SAWAHLUNTO - Dipenghujung tahun 2020 Kepolisian Resor Sawahlunto, Sumatera Barat, merilis hasil kinerja kepolisian diwilayah hukumnya bidang operasional tindak pidana umum dan pidana khusus. Dibanding tahun 2019, tindak kejahatan tahun 2020 dikatakan menurun dari 81 kasus menjadi 69 kasus, dan persentase penyelesaian tindak pidananya mencapai 100 persen.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan Kapolres AKBP Junaidi Nur,SH,SIK didampingi Wakpolres Kompol Abdurokhman, Kasat Reskirim Iptu Roy Sinurat, Kasat Narkotika AKP Syamsurizal, Kasat Lantas Iptu Dani Salman,SH,MH, para Kapolsek, dan anggota lainnya dengan sejumlah wartawan di Mapolres setempat dua hari lalu (24/12/20).

Kapolres AKBP Juniadi Nur mengungkapkan, semua kasus yang ditangani polisi tersebut penyelesaiannya sudah sampai ke tahap II atau P21. "Alhamdulillah, semua kasusnya sudah kami selesaikan hingga sampai ketingkat penuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau sudah P21, mari kita kawal hingga ada putusan inkrah berdasarkan putusan pengadilan." ungkapnya.

Baca Juga


Menurut Junaidi Nur, keberhasilan penanganan berbagai kasus tindak pidana yang terjadi tak terlepas dari bantuan berbagai pihak termasuk media massa. Diakuinya, peran media massa sangat dirasakan saat pelaksanaan tugas kepolisian dalam mengungkap berbagai kasus tindak pidana yang terjadi.

Tetapi sebutnya, Polres Sawahlunto belum bisa dikatakan berhasil secara keseluruhan, jika hanya fokus dalam penegakan hukum semata, tapi akan lebih baik jika kepolisian dapat memberikan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat tentang tindak kejahatan dan pelanggaran hukum, agar warga jangan sampai melakukan perbuatan tindak pidana.

"Dalam konteks ini, perlu ada sinergitas yang dibangun antara Polri dengan unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat untuk membantu bagaimana melakukan edukasi dan sosialisasi kasadaran hukum dan tindak pidana kepada masyarakat. Ini adalah tugas kita bersama, maka bersama pula kita mencarikan solusi agar kondisi kota ini tetap aman, nyaman, tanpa adanya tindak pidana pelanggaran hukum." tukuk Junaidi.

Jumlah Kasus

Dalam paparannya, angka pencurian berat (curat) mengalami penurunan dari 21 kasus ditahun 2019 menjadi 17 kasus pada tahun 2020. Sedangkan pencuruan kendaraan bermotor (curanmor) justru bertambah du digit jadi 8 kasus tahun 2020 dan 6 kasus ditahun 2019. Sementara kasus penggelapan dari 2 kasus kini menjadi 3 kasus ditahun 2020.

Dari data yang diperoleh, kasus pengrusakan juga terjadi penurunan dari 4 kasus jadi 2 kasus. kemudia kasuis penipuan dari 4 kasus jadi 3 kasus. Lalu penganiayaan berat 1 kasus. Yang patut disyukuri, sepanjang tahun 2019 dan 2020 kasus pembuhunan dan perkosaan serta judi nihil, kecuali 1 kasus judi ditahun2019. Bila ditelisik, kaus-kasus yang terjadi sebagian besarnya ada yang sudah inkrah dan dalam proses peradilan.

Ditambahkan Kasat Reskrim Iptu Roy Sinurat, pihaknya sangat mengapresiasi jajaran Polsek Barangin yang berhasil dalam waktu 24 jam mengungkap kasus jambret seorang nenek di Kelurahan Lubang Panjang, yang pelakunya berinisial "R" yang juga warga setempat, dengan modus pengiriman paket yang direncanakannya sendiri.

Saat paket tersebut diserahkan kepada sang nenek dengan mengenakan helm dan masker, pelaku "R" langsung merampas kalung korban dan pelaku langsung melarikan diri dengan menggunakan satu unit motor bebek jenis Suzuki Satria. Tetapi, sial bagi "R" yang sehari-hari jadi tukang las kontruksi itu, dia berhasil di endus polisi dan kini meringkuk dalam sel tahanan Polres setempat.

Kasat Resnarkoba AKP Syamsurizal yang silahkan menyampaikan info tambahan oleh Kapolres Junaidi Nur menyebutkan, sepanjang tahun 2020, Kepolisian Resor Sawahlunto telah menangani 10 narkoba dengan tersangka 15 orang. Jumlah kasus ini meningkat dibanding 2019 dengan 7 kasus. Dan barang buktinya berupa narkoba jenis sabu seberat 5,9 gram juga telah dimusnahkan.

Syamsurizal berharap kesemua pihak, khususnya kepada kalangan pekerja media untuk selalu bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam membantu pengungkapan kasus-kasus narkoba dalam rangka Sawahlunto bebas narkoba.

"Sebagian besar para tersangkanya berasal dari luar bukan berdomisili di Sawahlunto. Kasusnya berhasil diungkap melalui penyamaran petugas khusus bdengan berpura-pura sebagai pembeli. Keberhasilan pengungkapan kausunya juga berkat informasi yang diperoleh dari masyarakat." kata Junaidi Nur.

Kapolres Junaidi Nur minta Kasat Resnarkoba agar sering melakukan sosialisasi keberbagai sekolah-sekolah dan kelompok masyarakat tentang bahaya narkoba dan bagaimana mengungkap kasusu-kasus peredarannya bersama BNN Sawahlunto.

Sedangkan Wakapolres Kompol Abdurokhman menyampaikan dalam melihat kasus perkasus, yang perlu dilihat terlebih dahulu adalah bagaimana melihat dan mempelajari anatomi kasus kejahatannya. "Seperti, kasuss-kasus pencurian dengan pemberatan rata-rata pelakukanya adalah orang-orang dekat disekitar itu juga." kata Abdurokhman. (Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru