Khatam Al Qur'an Masjid Nurul Huda Ganting Padang Panjang, Orang Tua Menguji Bako Berpartisipasi

PERISTIWA-189 hit

PADANG PANJANG - Ada yang unik dalam pelaksanaan khatam Al Qur'an di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Panjang Timur. Jika di banyak tempat, para santri yang "merasakan" khatam, di sini orang tua dan bako pun wajib terlibat.

Seperti pelaksanaan khatam Ahad (27/12), para orang tua turut menguji hapalan anaknya. Tidak hanya dewan juri yang menguji. Orang tua bisa mengetahui sejauh mana para anaknya mendalami Al Qur'an dan bisa membandingkan hasilnya jauh sebelum mereka mengaji di masjid ini. Tidak hanya orang tua, bako (keluarga dari pihak ayah-red) juga turut dilibatkan.

"Keterlibatan wali murid (orang tua) pada pelaksanaan Khatam Al Qur'an sampai ke bakonya. Beban dari bako itu, namanya bangkiah tuo yang berisi beras 10 liter, uang 100 ribu rupiah, dan wajib dibawa keluarga besar ayahnya. Maka pada hari ini hadirlah seluruh bako itu," terang Ketua Pengurus Masjid Nurul Huda Ganting, Masrizal Datuak Lelo Angso kepada Kominfo.

Masrizal menjelaskan dalam hal pendidikan Islami, pihaknya memang lebih mengedepankan peran orang tua untuk membentuk karakter anaknya. Tak hanya orang tua, para sanak family pun juga ikut dilibatkan disini. Tradisi ini, sudah berjalan 10 tahun belakangan.

Lebih lanjut dijelaskannya, untuk tahun ini di Masjid Nurul Huda Gantiang ada sebanyak 33 santri yang melaksanakan khatam Al Qur'an. Mereka terdiri dari 19 perempuan dan 14 laki-laki. Terlihat, para orang tua ini duduk persis di depan anaknya sembari menyaksikan tilawah Al Qur'an yang dibawakan putra-putri mereka di mimbar. Tak hanya itu para orang tua ini juga berkesempatan untuk menguji sejauh mana hafalan yang telah dipelajari anaknya itu.

"Keterlibatan orang tua tak hanya saat khatam ini saja. Pada kegiatan lain, para orang tua ini juga kami libatkan. Salah satunya saat Subuh Mubarakah atau didikan subuh tiap minggunya. Orang tua dituntut untuk mengantarkan anaknya ke masjid dan ikut melaksanakan shalat subuh berjamaah. Kami menerapkan, kalau orang tuanya tidak ikut mengantar, maka anaknya akan dianggap tidak hadir," ungkapnya.

Disebutkannya, dulu ketika anak diantarkan ke TPA ini, mereka dalam keadaan miskin ilmu. "Belum tahu apa apa, lalu diserahkan ke sini. Setelah 4 tahun belajar di TPA, pada hari ini orang tuanya menjemput anaknya kembali. Maka ditampilkan dia menyaksikan dan bahkan menguji anaknya. Dan ini tradisi ini sudah berlangsung selama 10 kali khatam Al Qur'an," terangnya.

Masrizal berharap, setelah khatam ini bisa melahirkan generasi yang Qur'ani, yang berilmu pengetahuan, yang terdepan di segala bidang. "Yang pasti pelajaaran Al Qur'annya lebih bagus setiap hari. Apa yang telah didapat selama di TPA, dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari nantinya," harapnya.

Sementara itu, Walikota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano yang hadir pada kesempatan tersebut turut memberikan motivasi kepada para seluruh santri. Fadly berpesan kepada para santri yang khatam untuk terus membaca, mempelajari, mengamalkan, serta mensyiarkan ajaran Al Qur'an di dalam kehidupan.

Sebab, kata Fadly, jika dunia tidak memiliki fondasi dari ajaran Al Quran, tentu hidup dan perilaku santri menjadi hampa dan tidak terkontrol, karena tidak dilandasi dengan ajaran Islam yang kokoh. Fadly menilai, ketika siswa telah menamatkan Al Quran, akan memotivasi diri untuk mempelajari dan mengamalkan lebih dalam ajaran Islam. Sehingga membuat kehidupan mereka lebih tertata dan menjadi teladan di masa depan.

Kepada para orang tua, Fadly meminta agar selalu menanamkan minat baca Al Qur'an kepada anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam perilaku negatif. Serta senantiasa mendorong anak-anak menjadi hafiz atau penghafal Al Quran.

"Anak-anak jangan hanya sekadar bisa membaca Al Qur'an, tetapi marilah diberikan dorongan untuk menjadi hafiz Al Quran. Karena, anak-anak yang senantiasa membaca, mempelajari dan mengamalkan Al Qur'an akan menolong nantinya di dunia dan di akhirat," katanya.

Fadly juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pengurus masjid dan seluruh masyarakat di Kelurahan Ganting yang telah ikut melakukan dan menyukseskan kegiatan ini. "Sekali lagi kami ucapkan selamat kepada para ustadz dan ustadzah karena telah menjadikan anak-anak pintar membaca Al Quran," tuturnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Anggota DPRD, Zulfikri, SE Datuak Gindo Malano, Camat Padang Panjang Timur, Doni Rahman, S.Pd.I Datuak Simarajo, lurah, ketua LPM dan tokoh masyarakat. (*)

By: RIFKI MAHENDRA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru