Demi Anak Istri, Penjual Bakso Warto Tetap Jualan Saat Pandemi di Padang Panjang

EKONOMI-154 hit

MENTARI pagi mulai beranjak naik saat Warto (53) mempersiapkan dagangannya di rumahnya, Kelurahan Tanah Pak Lambik, Kecamatan Padang Panjang Timur. Bapak dua anak ini, memutuskan keluar rumah untuk berjualan bakso setelah beberapa waktu bertahan tinggal di rumah.

"Sempat disuruh tinggal di rumah karena ada Corona. Sudah sebulan tidak jualan, hasilnya malah minus," kata Warto.

Warto menuturkan, selama tinggal di rumah, dirinya mengandalkan uang tabungan dari penghasilan berjualan bakso. Kemudian uangnya habis, sehingga terpaksa mengandalkan penghasilan istri dari berjualan jamu gendong keliling.

Sebagai pedagang yang berharap penghasilan dari usaha harian, Warto mengaku kesulitan menghidupi keluarga jika libur terlalu lama. "Tetapi Alhamdulillah, istri saya, Wiwik memahami kondisi saya. Dia tetap mendapatkan pelanggan jamu dari orang-orang kantoran. Karena mereka tahu bahwa jamu banyak manfaatnya," cerita Warto.

Warto berasal dari Solo. Dia merantau ke Padang Panjang dan telah berjualan bakso selama 10 tahun. Biasanya dirinya mangkal di Kauman Muhammadiyah, SMAN 2 dan di depan Masjid Jihad.

"Sebelum pandemi menghadang, dalam sehari, saya rata-rata mampu menghabiskan 4 sampai 5 ekor ayam (untuk bahan bakso). Namun di masa seperti sekarang, hanya 1,5 ekor ayam saja. Hingga sore, itupun tidak habis semua," ujar Warto menerawang.

Sebagai kepala keluarga, Warto harus membiayai seluruh kebutuhan rumah tangga setiap bulannya. Di mana anaknya yang sulung, baru saja dirumahkan karena pandemi ini.

Dikatakan Warto, dirinya juga merasa khawatir terhadap wabah Corona yang tengah menghantui saat ini. Namun, kekhawatiran itu harus dikubur dalam-dalam karena alasan ekonomi. Namun Warto tetap menggunakan masker untuk melindungi dirinya.

Bagi Warto, asap dapur lebih penting mengepul dari pada ancaman virus yang tak jelas wujudnya.

"Siapa yang tidak khawatir. Tapi kami kan orang buruh kayak gini. Kalau gak kerja gak makan," pungkasnya. (Red)

By: FAUZANA ADMA (KOMINFO)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru