Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada Di Bukittinggi Dengan Protokol Kesehatan Covid - 19

PEMERINTAHAN-221 hit

BUKITTINGGI - KPU Kota Bukittinggi, Sumbar menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan kepala daerah tahun 2020, tingkat kota Bukittinggi, dengan menerapkan potokol kesehatan Covid-19.

Mulai dari masuk hingga di dalam ruangan, seluruh peserta rapat dan undangan baik dari saksi paslon gubernur dan wakil gubernur serta walikota dan wakil walikota, Bawaslu Bukittinggi, PPK dan seluruh Ketua PPS se Bukittinggi diharuskan taat menggunakan masker selama rekap berlangsung.

Proses rekapitulasi dilaksanakan di Balai Sidang Bung Hatta, Selasa (15/12), seluruh yang hadir diperiksa suhu ,tubuhnya ,sebelum memasuki ruangan rapat dan di dalam ruangan, tempat duduk sudah diatur jaraknya sedemikian rupa, sehingga tidak ada kerumunan, karena di dalam ruangan dan diluar di jaga ketat oleh petugas TNI,Polri dan Satpol PP.

Baca Juga


Pada proses rekap tingkat kota tersebut, saksi dari paslon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi nomor urut 01 tidak hadir, hanya saksi 02 dan 03 tampak hadir.

Namun proses rekapitulasi tetap berlangsung dengan lancar. Belum ada keterangan dari tim paslon Wako dan Wawako Bukittinggi nomor urut 01 terkait ketidakhadiran saksinya pada rekap tingkat kota Bukittinggi itu.

Selama proses penghitungan rekapitulasi penjagaan ketat juga terlihat dari luar acara, baik pengamanan dari Polri maupun TNI.

Ketua KPU Bukittinggi, Heldo Aura, yang membuka rapat pleno terbuka itu mengatakan, penghitungan hasil pemungutan suara, dilakukan berjenjang, diawali dengan penghitungan suara di setiap KPPS pada tanggal 9 Desember. Setelah dihitung di KPPS, dilanjutkan rekapitulasi tingkat kecamatan mulai Jumat (11/12) hingga Minggu (13/12).

Sementara itu, Komisioner KPU Divisi Teknis, Yasrul, menyampaikan, proses rekapitulasi penghitungan suara tingkat kota ini, KPU tidak terima sanggahan tentang proses pilkada. "Tapi jika ada selisih suara dari yang dimiliki, sanggahan dari saksi dapat kami t

Layani," jelasnya.

Dari hasil rekap tingkat Kota Bukittinggi, untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, pasangan nomor urut 01 Gubernur dan Wakil Gubernur, Mulyadi-Ali Mukni, memperoleh 22.742 suara atau 41 persen. Paslon 02, Nasrul Abit-Indra Catri memperoleh 7.762 suara atau 14 persen. Paslon 03, Fakhrizal-Genius Umar memperoleh 2.855 suara atau 5 persen. Sedangkan Paslon 04, Mahyeldi-Audy Joinaldy, memperoleh 22.123 suara atau 40 persen.

Sementara, untuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi, hasil rekapitulasi suara tingkat kota, Paslon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 01 Ramlan Nurmatias- Syahrizal, memperoleh 22.782 suara atau 41,12 persen. Paslon nomor urut 02 Erman Safar-Marfendi, mendapat 24.650 suara atau 44,49 persen. Dan paslon, nomor urut 03, Irwandi-David, memperoleh 7.972 suara atau 14,39 persen.

Jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya pada Pilkada serentak Bukittinggi hanya 56.359 suara, tercatat suara tidak sah 877 suara dan jumlah suara sah sebanyak 55.482 suara.(Yus)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru