Ustaz Dr. K.H. Abdul Wahid Maktub: Kehebatan Islam untuk Umat Manusia di Bumi

PENDIDIKAN-422 hit

Padang-Kegiatan Subuh Mubaraqah ini merupakan rahmat dan hidayah bagi kita sivitas akademika Universitas Negeri Padang yang dihadiri oleh 1000 orang dan juga hadir melalui siaran di youtube dan apresiasi yang tinggi kepada Ustaz Dr. K.H. Abdul Wahid Maktub yang bisa meluangkan waktu untuk hadir bersama sivitas akademika Universitas Negeri Padang secara virtual.

Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D., menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada akhir kegiatan Subuh Mubaraqah Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan pada Jumat (4/12) pagi ini secara virtual yang diikuti oleh pimpinan dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.

Penceramah Subuh Mubaraqah pada Jumat pagi ini, Ustaz Dr. K.H. Abdul Wahid Maktub, Staf Khusus Menteri Ristek RI menjelaskan bahwa kita harus selalu instropeksi atas masa lalu dan masa kini agar kita sukses untuk masa datang.

Baca Juga


"Kenapa umat Islam belum tinggi atau belum hebat padahal agama kita hebat dan nabi besar Muhammad saw adalah diakui dunia sebagai orang yang berpengaruh di dunia dengan membawa ajaran yang hebat," jelas Ustaz Dr. K.H. Abdul Wahid Maktub.

Pada kesempatan itu, Ustaz Dr. K.H. Abdul Wahid Maktub menambahkan andai kita mencari kehebatan dengan cara lain justru yang didapatkan adalah suatu ketimpangan. Kenapa kita umat Islam belum juga menjadi umat yang hebat di dunia ini. Mungkinkah ada yang salah dalam diri kita umat Islam.

"Kehebatan Islam dan ajaran Islam itu mungkin saja tertutup oleh perilaku dan pemahaman kita yang keliru. Kehebatan ajaran Islam itu bukan saja untuk orang Arab, bukan saja untuk umat Islam saja melainkan untuk umat manusia di muka bumi ini," tambah Ustaz Dr. K.H. Abdul Wahid Maktub.

Menurut Ustaz Dr. K.H. Abdul Wahid Maktub, penyakit umat Islam yang paling berbahaya itu adalah kita lupa dengan kehebatan ajaran Islam itu sehingga kita umat Islam selalu berada dalam kemunduran.

"Dalam sejarah dijelaskan ibadah Nabi Muhammad juga tidak terlalu berlebihan untuk beribadah semata tetapi juga menjaga keseimbangan antara ibadah dengan melakukan kegiatan kehidupan sehari-hari di dunia. Keseimbangan kehidupan yakni menjaga hubungan baik dengan Allah dan hubungan baik dengan manusia adalah amat penting," kata Ustaz Dr. K.H. Abdul Wahid Maktub.

Lebih lanjut Ustaz Dr. K.H. Abdul Wahid Maktub mengatakan jika kita hanya berfokus pada kehidupan dunia tanpa keseimbangan fokus kehidupan dunia dan kehidupan akhirat, maka tanpa disadari kita tergelincir menyembah pimpinan, menyembah harta, menyembah wanita, bahkan kita juga menyembah diri sendiri.

"Kita harus hidup secara bersama-sama atau berjamaah untuk bersinergi dan berkoordinasi yakni untuk semua perbuatan yang baik, tetapi janganlah berjamaah atau bersinergi untuk perbuatan yang tidak baik," jelas Ustaz Dr. K.H. Abdul Wahid Maktub. (ET)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru