KONI Pusat: Wewenang Penuh Penetapan Atlet ke PON XX Papua Berada di KONI Provinsi

OLAHRAGA-216 hit

JAKARTA - Pengiriman atlet ke ajang PON XX 2021 Papua sepenuhnya wewenang KONI Daerah (Provinsi). Kuota yang ditatapkan Pengurus Pusat (PP) atau Pengurus Besar (PB) cabang olahraga (Cabor), hanya menjadi bahan pertimbangan dan tidak bersifat mengikat bagi KONI Daerah.

Penegasan ini disampaikan Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Pusat Gondo Radityo Gambiro, ketika ditemui di Kantor KONI Pusat Jakarta, Senin (23/11/2020) didampingi Wakabid I Puang Syamsuddin dan Wakabid II Andri Paranoan dan juga hadir Wakabid I Humas KONI Pusat Muhammad Tirto Prima Putra.

Dilanjutkan Gondo, bila KONI Daerah tidak mengirimkan atlet sesuai kuota, KONI Daerah harus punya alasan dan ketentuan yang jelas, sehingga, bisa diterima Cabor.

Baca Juga


"Saya harapkan regulasi dan ketentuan KONI Daerah tentang kuota atlet yang bisa dikirim ke ajang PON XX Papua, sudah disosialisasikan jauh-jauh hari," sambung Gondo.

Ketika ditanya, apakah nanti KONI Daerah dikenakan sanksi bila tidak mengirim atlet sesuai kuota yang dikeluarkan PB/PP Cabor, Gondo dengan tegas menyaampaikan, tidak ada Peraturan Organisasi (PO) yang menyatakan adanya sanksi, jika KONI daerah menolak menerima kuota yang diberikan PB Cabor dan tidak mengirimkan atletnya ke ajang PON XX Papua.

"Kuota kuota atlet lolos PON yang dibuat PB Cabor, semua merupakan regulasi PB Cabor bukan regulasi KONI Pusat," sambung Wakabid Binpres Andri Paranoan.

Ia juga menyebutkan, pihaknya juga sudah mengingatkan seluruh PB/PP Cabor tentang akan munculnya masalah ketika PB Cabor-Cabor metetapkan kuota atlet yang lolos PON, tapi kemampuan dana daerah (KONI Daerah dan Pemprov) dalam membiayai keberangkatan para atlet tidak mencukupi.

Untuk itu, tambahnya, terjadinya permasalahan ini, KONI Pusat mengembalikan sepenuhnyaa ke KONI Provinsi. Karena KONI Provinsi yang punya kewenangan penuh sesuai regulasi KONI Provinsi untuk pengiriman atlet ke ajang PON XX Papua.

Namun, Gondo meminta, KONI Sumbar melakukan pendekatan khusus bila ada Pengprov Cabor yang mempermasalahkan hal ini.

"Coba bangun kominikasi yang baik kedua belah pihak dan mencari jalan tengah, misalnya menambah satu atau dua tambahan atlet yang bisa diberangkatkan," pungkasnya. (MR)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru