Kemenparkeraf Selamatkan SISSCA 2020 Sawahlunto Dari Kehilangan Wonderful Event

PARIWISATA-219 hit

SAWAHLUNTO - Iven Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCA) tahun ini berlangsung secara virtual dan diselenggarakan penuh kesederhanaan yang diwarnai dengan pameran songket serta webinar untuk menghindari klaster baru penularan COVID-19. SISSCA sebelumnya kalender iven nasional dan termasuk dalam "Top 100 Wonderful Event" Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Tahun ini, penyelenggaraanya dibantu pihak Kemenparkeraf Dengan biaya Rp 330 juta dalam bentuk manajemen dan pengelolaan dananya dilakukan pihak Event Organizer (EO) yang ditunjuk pihak kementerian, sementara Pemko Sawahlunto totalitas dibidang pendukung menyukseskan SISSCA agar tetap tampil dan tak hilang dari kalender Iven nasiinal.

"Kita patut bersyukur Kemenparkeraf masih menunjukan eksistensinya dalam penyelenggaraan iven ini meski bantuan yang diberikan tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sekarang kita mendapatkan Rp 330 juta, tapi bukan dalam bentuk fisik uang, melainkan kegiatan yang ditekel oleh EO yang ditunjuk pihak kementerian. Kita hanya mendukung dalam bentuk lain termasuk mencari anggaran untuk menutupi kekurangan biaya lain penyelengaraan. Tahun ini sangat berat, tapi kami ingin SISSCA ini tidak hilang dari kalender nasional karena tahun lalu masuk katagori wonderful Event." Kata Kadisparpora Nova Erizon.

Walikota Sawahlunto Deri Asta dalam keterangannya saat pembukaan acara modeling contest, di Gordang Ransoem, Ahad (29/11/20) menyebutkan, SISSCA 2020 nyaris dibatalkan penyelenggaraan ivennya karena masalah pembiayaan ditengah kondisi sulit dan pandemi COVID-19 saat ini. Namun, atas dukungan Kemenparekraf iven tetap berlangsung meriah meski diselenggarakan secara virtual untuk menghindari kerumunan sesuai protokol kesehatan.

"Karena diselenggarakan ditengah pandemi COVID-19, penyelenggaraan SISSCA tahun ini disesuaikan dengan protokol kesehatan. Para penonton tidak perlu mendatangi tempat acara acara, namun dapat menyaksikannya melalui tayangan zoom online, live streaming di akun media social facebook, instagram, dan Youtube. Semua ini tak mengurangi arti kemeriahan yang kita inginkan dilatarbelakangi kepedulian kita terhadap protokol kesehatan agar penularan COVID-19 tak terjadi dalam penyelenggaraan iven." Ungkap Deri Asta.

Penyelenggaraan kegiatan diselenggarakan di tiga lokasi berbeda. Yakni di Museum Goedang Ransoem, Camping Ground Kandih dan Batu Runciang Silungkang, dengan rangkaian acara dimulai Sabtu (28/11/20) dengan mengelar Konferensi Songket Nusantara dan Pameran Songket Nusantara di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), dan pameran songket. Rencananya, Senin (30/11/20) malam ini akan diselenggarakan modelling contest atau peragaan busana (fashion show) Songket Silungkang sekaligus pengumuman pemenang.

Terpisah, Koordinator Pemasaran Regional 1 Area 1 Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat, dalam sambutannya saat pembukaan acara Konferensi Songket daring di GPK menyebutkan, Songket Silungkang kini menjelma menjadi media promosi efektif untuk pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Sawahlunto dan Sumatera Barat karena memiliki perjalanan sejarah dan budaya yang mengakar hingga sekarang.

"Ini sangat luar biasa, Songket Silungkang sangat unggul karena memiliki nilai historis dengan motif budaya yang sangat kulturalistik, unik dan dikerjakan oleh sentuhan tangan-tangan perajin yang luar biasa paiawinya memadukan benang-benang emas berkualitas sehingga menjadi songket bernilai tinggi. Untuk itu, dalam kesempatan ini kami siap membantu mempromosikan hasil industri songket Silungkang kepasar nasional bahkan internasional." Ungkapnya.(Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru