Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Orang Tua di Padang Panjang Senang

PENDIDIKAN-31 hit

PADANG PANJANG - Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran meninjau langsung Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka di sejumlah SMP Kamis (13/8/2020)). Dalam kesempatan ini, ia mengatakan, kesehatan dan keselamatan siswa menjadi prioritas. Pembelajaran tatap muka diselingi dengan Daring dan Luring.

"Selain tatap muka, anak-anak tetap belajar Daring. Daring sehari, sekolah di hari berikutnya. Kita buat atmosfir sekolah memperhatikan protokol Covid-19," ujarnya.

Pembelajaran tatap muka, kata Wako Fadly, akan dijalankan lebih pendek waktunya, sehingga anak-anak cepat pulang. Istirahat hanya 10 menit dan dikawal guru dalam kelas. Murid membawa bekal dari rumah dan menghindari kontak fisik. "Kelas ini sesingkat mungkin, seefektif mungkin untuk anak-anak," lanjutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang H. Nuryanuwar menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan petugas kesehatan yang memantau sejauhmana protokol kesehatan diterapkan.

"Kita membentuk tim untuk pengawasan secara kontiniu, mulai hari ini saja semua Puskesmas kita perintahkan untuk supervisi dan monitoring sejauhmana protokol kesehatan dilaksanakan," katanya sembari menyebutkan, di setiap SMP, tim gabungan yang terdiri dari Dishub, Pol PP dan sejumlah pejabat diturunkan mengawasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut.

Adanya PBM tatap muka, mendapat dukungan kalangan orang tua siswa. Sandra, salah seorang wali murid SMPN 4 Padang Panjang merasa senang atas dimulainya kembali pembelajaran tatap muka sekolah tingkatan SMP, karena hampir 6 bulan Proses Belajar Mengajar (PBM) langsung di sekolah ditiadakan karena pandemi Covid-19.

"Saya merasa senang, karena anak saya bisa belajar langsung di sekolah. Di sekolah, pembelajaran akan mudah dimengerti karena dalam pengawasan dan perhatian guru," kata sang wali murid usai mengantar anaknya.

Orangtua dari William itu mengaku kesulitan membimbing anaknya belajar di rumah, lantaran tidak semua pelajaran dikuasainya. Terkait pembelajaran jarak jauh, Sandra mengaku kurang memuaskan. Ada materi yang kurang dipahami siswa saat daring, siswa langsung mencari di internet, hal itu kurang maksimal. Kalau sama guru di sekolah kan lebih paham, karena ada contoh yang bisa dimengerti dan ada interaksi yang nyata tidak terhambat kuota dan jaringan internet. (RelKom/Lex)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru