Operasi Yustisi Sawahlunto, 8 Warga Terkena Hukuman Kerja Sosial

SAWAHLUNTO - Palu hakim Tari Mentalia,SH masih belum diketuk kesaktiannya dalam persidangan kilat operasi yustisi penegakan hukum Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adabtasi Kebiasaan Baru di Sawahlunto, meski aparat gabungan berhasil menjaring 18 warga dalam operasi yang berlangsung di depan Gedung Pusat Kebudayaan dari pukul 9.00 hingga 11.30 wib, Rabu (11/11/20).

Pasalnya, saat operasi yustisi yang didukung kekuatan TNI, Polri, Pol PP, dan Anggota Dinas Perhubungan tersebut, tidak ditemukan warga yang sudah dua kali melakukan pelanggaran. Bila sempat dua kali maka hakim langsung memberikan putusannya dengan denda maksimal Rp 250 ribu dan ancaman kurungan selama 2 hari. Dalam operasi, yang terjaring semuanya baru 1 kali melakukan pelanggaran dengan sangsi hukuman kerja sosial menyapu jalan, jika tak berkenan, maka boleh diganti denda sebesar Rp 100 ribu.

"Palu hakim belum diketukan, karena dari hasil operasi yang digelar pelanggarnya baru 1 kali melakukan kesalahan. Jika sempat 2 kali, maka proses hukumnya kami serahkan kepada jaksa penuntut dan hakim yang sudah disiapkan dalam persidangan cepat di TKP. Sehingga hakim langsung memberi putusan sesuai ketentuan dengan ancaman denda maksimal Rp 250 ribu dan hukuman kurungan 2 hari. Kalau yang sekarang baru sebatas pelanggaran administrasi" Ungkap Tribuana, SH pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Berdasarkan pantauan beritaminang.com dilapangan, masih banyak warga yang masih belum mentaati protokol kesehatan, baik yang berasal dari Kota Sawahlunto maupun warga yang datang dari berbagai daerah lain saat melewati lokasi operasi yustisi itu. Mereka memiliki masker tapi tak mengenakannya, bahkan ada yang tidak memilii masker sama sekali, inilah yang terjaring aparat gabungan dilapangan.

Kepala Pol PP dan Damkar Jon Hendri,S.Sos,M.Si dikonfirmasi koran digital ini mengatakan, dalam sidang cepat operasi yustisi tersebut melibatkan Jaksa penuntut Dede Mauladi,SH, Hakim Tari Mentalia,SH, Panitera Syafria Nova, dan Pejabat PPNS Tribuana,SH.

Jon Hendri mengingatkan masyarakat untuk taat dan patuh terhadap peraturan yang berlaku dalam rangka memutus rantai penularan COVID-19. Pemko bersama aparat hukum katanya, akan terus melakukan operasi dengan sidang cepat dilapangan ditengah kondisi Sawahlunto saat ini sudah berstatus zona kuning.

"Kami ingatkan, agar seluruh warga tanpa pengecualian agar patuh dan taat mengikuti protokol kesehatan. Dengan cara ini penularan akan bisa dikendalikan supaya berbagai aktifitas kembali normal dan anak-anak kita bisa kembali kesekolah dengan rasa aman dari COVID-19. " Ungkap Jon Hendri. (Iyos)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru