Timbalan Dekan Fakultas Film Teater dan Animasi UiTM Malaysia Penyaji Webinar Sendratasik FBS UNP

PENDIDIKAN-170 hit

Padang-Timbalan Dekan Fakultas Film Teater dan Animasi UiTM Malaysia yang juga pensyarah, Dr. Syahrul Fithri Musa berkongsi ilmu dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang secara virtual pada Kamis (5/10) sore ini.

"Webinar yang menghadirkan mahasiswa Jurusan Sendratasik, Jurusan Seni Rupa, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris dari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang dan mahasiswa dari Fakultas Film Teater dan Animasi, Universitas Teknologi Mara, Malaysia," jelas Indra Yuda, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Wakil Dekan III dan juga pembina mata kuliah di Jurusan Sendratasik FBS Universitas Negeri Padang.

Pada kesempatan itu, Ketua Jurusan Sendratasik, Dr. Syeilendra, S.Kar., M.Hum. dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kuliah umum dengan pembicara adalah pensyarah dari UiTM Malaysia.

Ketika membuka kegiatan Kuliah Umum dalam bentuk webinar atau secara virtual tersebut, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang menyatakan bahwa kuliah umum dengan menghadirkan dosen luar negeri seperti dari Malaysia sangat penting untuk mewujudkan visi Universitas Negeri Padang dan visi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang.

"Mudah-mudahan kuliah umum dengan dosen dari luar negeri seperti ini tetap dilanjutkan oleh Jurusan Sendratasik dan oleh Jurusan lain di Fakultas Bahasa dan Seni karena akan meningkatkan wawasan seni mahasiswa kita," jelas Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum.

Dr. Syahrul Fithri Musa, Timbalan Dekan Fakultas Film Teater dan Animasi UiTM Malaysia menjelaskan bahwa pada masa lalu teater kurang diminati oleh khalayak, pada masa kini teater makin mendapat tempat oleh khalayak ramai dan terjadi integrasi seni tari, seni musik, seni visual di dalam seni teater.

"Teater alternatif dapat dilakukan dan berdampak besar bagi seni walaupun produksi kecil, ruang kecil, pekalongan 1 hingga 10 orang yang dapat berbentuk monodrama sebagai salah satu bentuk teater berskala kecil," jelas Dr. Syahrul Fithri Musa. (MRC/ET)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru