PT Pertamina Hulu Mahakam Menerbitkan Kontrak Baru Jack-up Rig Hakuryu-14 Senilai US$ 96juta

EKONOMI-108 hit

JAKARTA - Di tengah pandemi COVID-19, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator di Wilayah Kerja (WK) Mahakam, dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk usaha, mengumumkan kelanjutan penggunaan jack-up rig Hakuryu-14 di WK Mahakam.

Penandatanganan kontrak baru pengadaan jack-up rig dengan konsorsium PT Segara Laju Perkasa dan PT Japan Drilling Indonesia dilaksanakan di Jakarta, pada4 November 2020, dalam acara yang dilaksanakan secara daring. Direktur Utama PHI, Chalid Said Salim, selaku Kuasa Direktur Utama PHM, dan Direktur Konsorsium PT Segara Laju Perkasa - PT Japan Drilling Indonesia, Ferry F. Karwur, menandatangani kontrak tersebut, disaksikan oleh Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan JasaSKK Migas, Erwin Suryadi.

Chalid Said Salim dalam sambutannya mengatakan bahwa penandatanganan kontrak ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pertamina untuk menjaga tingka tproduksi di WK Mahakam. "Kontrak ini merupakan bagian penting dalam kegiatan produksi migas di WK Mahakam," ungkapnya. Nilai kontrak mencapai US$ 96juta, berdurasi1,5 tahun (dengan opsi perpanjangan 1+1 tahun), dengan komitmen TKDN sebesar35%.

Chalid menambahkan, PHM akan terus mengedepankan aspek kesehatan dan keselamatan kerja dalam melaksanakan kegiatan operasi. "Penerapan K3LL selalu menjadi prioritas kami agar tidak ada kendala dan proyek dapat selesai sesuai jadwal yang ditetapkan," pungkas Chalid.

Sesuai kontrak, jack-up rig Hakuryu-14 akan mulai beroperasi padak wartal-2 2021 dan akan melakukan pengeboran di lapangan Peciko, South Mahakam, Sisi Nubi dan Bekapai. Termasuk pengeboran sumur explorasi MPT-1X dan pengeboran pengembangan di 3 anjunganbaru di lapangan Sisi Nubi dan South Mahakam.

Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi menyambut baik realisasi proyek di tengah masa pandemic seperti saatini. SKK Migas mendorong agar keberhasilan investasi ini dapat dilanjutkan dengan investasi-investasi lain sesuai kesepakatan yang tertuang dalam Work Program & Budget (WP&B) yang telah disetujui bersama antara SKK Migas dan PHM. "Realisasi investas ioleh PHM sangat diharapkanu ntukmendukung pencapaian target 2020 dan target 1 juta bopd dan 12 bsfcd pada tahun 2030." SKK Migas berharap agar pelaksanaan kegiatan ini jug amemberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja local dan transfer teknologi.

Erwin Suryadi menambahkan bahwa sesuai arahan manajemen, Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas akan terus bekerjasama dengan KKKS dalam memenuhi kebutuhan peralatan-peralatan utama kegiatan pengeboran seperti jack up rig ini, sehingga program kerja KKKS di tahun 2021 dapat berjalan dengan baik. Ini adalah upaya yang dilakukan oleh SKK Migas di masa-masa sulit seperti sekarang. SKK Migas dan KKKS tetap berkomitmen untuk tetap melaksanakan dan mempercepat proses pengadaan barang dan jasa guna memastikan terjaganya multiplier effect di industry hulu migas. "Kami meyakini dengan tetap berjalannya proses pengadaan barang dan jasa, maka pertumbuhan ekonomi di industry hulu migas dapat dijaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat", kata Erwin.

Sebagaimana diketahui, guna menjaga tingkat produksinya, sepanjang tahun 2020 PHM menargetkan akan mengebor 79 sumur tajak dan 1 sumur eksplorasi PS-1X. Hingga akhir September 2020 (kwartal 3) telah dibor sebanyak 63 sumur tajak dan 1 sumur eksplorasi. Banyaknyaj umlah sumur yang dibor merupakan upaya untuk memaksimalkan cadangan hidrokarbon yang tersedia, karena cadangan dan produksi dari sumur-sumur yang ada sudahs emakin marjinal. (Rel/MR)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru