Sekolah Lapangan di Payakumbuh Dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan Covid-19

PENDIDIKAN-206 hit

PAYAKUMBUH - Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, adakan kegiatan Sekolah Lapangan (SL) di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, dengan protokol kesehatan Covid-19.

Kadis Pertanian Payakumbuh, Ir.Devi Sastra,menjelaskan, peserta di wajibkan mengikuti protokol kesehatan covid-19 dalam kegiatan SL ini, peserta hanya 20 orang, sesuai dengan protokol kesehatan, semua peserta patuh pada Perda Sumatera Barat no.6/2020 tentang Adaftasi Kebiasaan Baru (AKB), semua harus pakai masker, begitu memulai kegiatan dan sesudah kegiatan,wajib mencuci tangan pakain sabun pada tempat yang telah di sediakan, dan peserta harus menjaga jarak.

Dengan menerapkan protokol kesehatan, upaya memutus matarantai penyebaran virus Covud-19, sudah dilaksanakan,dan tujuan dari Sekolah Lapangan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta merubah sikap petani terhadap metode pertanian, khususnya dalam melakukan usaha budidaya cabai, juga tercapai, ujar Devi Sastra.

Dikatakannya, SL ini diawali dengan kegiatan pemberian materi secara teoritis yang kemudian didiskusikan tentang teknis pelaksanaan budidaya cabai mulai dari pengolahan lahan, pemilihan jenis bibit atau benih cabai yang akan digunakan, teknik pemupukan hingga teknik pengendalian hama.

Kegiatan dikoordinir oleh Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Sesdefri Mahyuni yang menghadirkan narasumber yang telah berpengalaman di bidang pertanian.

Wakil Wali Kota Payakumbuh H. Erwin Yunaz, SE, MM yang hadir pada pada kegiatan itu, Senin (02/11/2020). menyampaikan, selain mengingatkan tentang protokol kesehatan covid-19, tidak bisa di tawar tawar lagi, suka tidak suka, semua harus mengikuti protokol kesehatan,terutama 3M, yang masih abai sanksi menunggu sesuai dengan Perda AKB.

"Untuk itu, sayangilah diri dan keluarga serta masarakat dengan nematuhi protokol kesehatan," harap Erwin

Menyinggung kegiatan SL, menurut Erwin, merupakan sebuah langkah strategis bagi kemajuan pertanian kota Payakumbuh dan dapat memacu perkembangan perekonomian kota Payakumbuh.

Selain itu produksi cabai dapat berpeluang menjadi bahan baku untuk proses pembuatan rendang.

"Cabai - cabai yang berkualitas bisa kita jadikan sebagai bahan untuk proses pembuatan Rendang, karena proses membuat Rendang juga membutuhkan cabai yang berkualitas tinggi yang harus mengutamakan rasa," ungkap Erwin.

Dikatakannya, budidaya tanaman cabai dapat dibuatkan menjadi sebuah sentra pengelolaan cabai, sama seperti sentra rendang, sentra tenun, dan sentra lainnya yang ada di kota Payakumbuh. "Bisa nantinya kita buatkan sentra pengolahan cabai, silahkan dirancang bagaimana produksinya, pengolahannya, serta pemasarannya," tutur Erwin.

Dijumpai di lokasi, Penyuluh Pertanian Sesdefri Mahyuni mengungkapkan bahwa kegiatan sekolah lapang (SL) ini bertujuan untuk membina, memberi pengajaran, serta ilmu kepada para petani agar dapat mengolah lahan dengan baik serta bermanfaat sebaik mungkin. "Kami menyediakan lahan untuk praktek, kemudian para petani akan mengaplikasikan ilmu yang di dapat ke lahan masing - masing," kata Sesdefri.

Selain itu, Sesdefri juga menyampaikan bahwa pengelolaan lahan pertanian bukan hanya berfokus kepada budidaya tanaman cabai saja, namun pengelolaan juga akan ditargetkan kepada komoditi bawang dan jamur. "Selain budidaya tanaman cabai ini, kita juga menargetkan adanya tanaman bawang berjalan seiringan dengan tanaman cabai," ujarnya.

Sebelumnya diketahui di lingkungan kelurahan Tigo Koto Dibaruah telah terdapat beberapa jenis kegiatan pembudidayaan seperti budidaya cabai dan budidaya jamur. Ke depannya, kegiatan pertanian juga akan berfokus kepada komoditi bawang. (Yus)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru