Peringatan Sumpah Pemuda Sepi, Begini Kata Ketua Karang Taruna Sawahlunto

PERISTIWA-215 hit

SAWAHLUNTO - Peringatan Sumpah Pemuda, Rabu 28 Oktober 2020 di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, terkesan hening alias sepi. Tak ada upacara memperingatinya seperti tahun-tahun sebelumnya, apalagi tampilnya wajah organisasi pemuda dari daerah ini untuk menggelorakan semangat perjuangan pemuda. Hal serupa juga terjadi pada Mualid Nabi Muhammad SAW 29 Oktober 2020 kemarin.

Tentu hal ini menjadi tanda tanya dibalik sepinya lengkingan pengeras suara dari berbagai rumah ibadah seperti mesjid dan langgar. Ini sebuah realitas yang terpantau dilapangan oleh beritaminang.com, dimana institusi pemerintah, organisasi kepemudaan serta keagamaan mulai terdampak oleh dengan adanya cuti bersama dan isu Covid-19 atau anggaran yang tak tersedia sehingga peristiwa penting ini terlupakan?

Menurut Ketua Karang Taruna Kota Sawahlunto Andri Maha Putra, melalui saluran telepon dua hari lalu (28/10/2020), Dia kemukakan tanpa alasan, Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020 ini memang tidak ada kegiatan upacara memperingatinya seperti tahun-tahun sebelumnya. Tetapi tagline "Bersatu Dan Bangkit" tetap tersemat didadanya walau ditengah kondisi apapun.

Baca Juga


Andri Maha Putra melanjutkan, ada mementum yang dapat dijadikan motor penggerak semangat kepemudaan di Hari Sumpah Pemuda tahun ini, khususnya di Kota Sawahlunto yakni, dibidang kewirausahaan, dimana seorang pemuda entrepreneurship asal Sawahlunto Fhadel Trio Putra mampu berkiprah dikancah nasional sebagai pemuncak pertama Pemuda Pelopor bidang pangan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dua pekan silam di Jakarta.

"Ini adalah momentum kita selaku pemuda untuk menunjukan sikap bahwa pemuda punya potensi dalam menggerakan program-program pembangunan Sawahlunto disektor perekonomian produktif. Atas dasar inilah perjuangan kami ke pemerintah dan legislatif bisa bersinergi, sehingga keinginan untuk melahirkan regulasi atau Perda yang mengatur tentang kepemudaan dan gerakan ekonomi serta potensinya bisa tersalurkan," tutur Andri.

DPRD sebagai wakil rakyat, dan Pemerintah Kota Sawahlunto selaku pembina organisasi kepemudaan harus mampu memberi ruang kepada kalangan pemuda untuk berkreatifitas dan berkontribusi dalam pembangunan yang berkelanjutan. Jangan jadikan pemuda sebagai objek, tetapi posisikan mereka sebagai subjek dalam pembangunan Kota Sawahlunto agar lebih maju dan berkembang ditengah persaingan yang cukup kompetitif dan rumit.

"Selama ini pemuda hanya menerima program yang direncanakan sendiri oleh pemerintah tanpa melibatkan pokok pikiran dan ide serta keinginan kalangan pemuda itu sendiri. Padahal, program tersebut belum tentu bisa cocok dengan potensi dan perkembangan gerakan kepemudaan itu sendiri. Disinilah titik perjuangan kami yang lainnya untuk memperjuangkan lahirnya Perda inisiatif DPRD atau usulan eksekutif," tukuk dia.

Lainnya, Andri berharap, dengan adanya Perda tentang kepemudaan ini, maka berbagai organisasi kepemudaan yang kini masih diurus oleh generasi muda yang sudah diatas 30 tahun harus melakukan kaderisasi organisasi. Pemerintah harus mampu memfasilitasi keinginan pemuda dalam ruang pengkaderan organisasinya sesuai kaidah yang berlaku. Sehingga dengan cara ini mereka akan mampu menunjukan jatidirinya sebagai pemuda dan generasi penerus pembangunan nasional.

Dikutip dari detik.com, "Sumpah Pemuda merupakan peristiwa besar dan maha penting bagi bangsa kita. Begitu besarnya perannya hingga boleh dikatakan, bahwa kemerdekaan tidak akan diperoleh seandainya tidak ada Sumpah Pemuda," tulis Sutejo K. Widodo Dosen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Undip ini memaknai Sumpah Pemuda di Era Reformasi. (Iyos)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru