LKMM Tingkat Menengah Se-Sumatera Barat UNP untuk Mempersiapkan Pemimpin

PENDIDIKAN-238 hit

Padang-Masa depan merupakan milik pemuda, dan maka itu kemudian pemuda harus mempersiapkan diri untuk menjadi penerus tongkat estafer kepemimpinan dimasa depan. Universitas Negeri Padang salah satu Perguruan Tinggi di Sumatera Barat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keberlanjutan bangsa di masa depan.

Demikian disampaikan oleh Rektor yang diwakili
Wakil Rektor III UNP Drs. Hendra Syarifuddin, Ph.D. dalam sambutannya ketika membuka LKMM (latihan Kepemimpinan Mahasiswa tingkat menengah) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi UNP secara virtual pada Jumat (30/10).

"Maka dengan secara sadar setiap waktu terus berusaha memfasilitasi mahasiswa untuk membina diri dan terbinanya insan akademis yang bertanggung jawab untuk terwujudnya suatu kondisi masyarakat di masa depan yang makmur dan sejahtera. Melahirkan pemimpin tidak serta merta semudah membalikkan telapak tangan, butuh proses butuh pelatihan dan butuh kerja keras, dan komitmen yang kuat untuk memproses diri menjadi penerus estafet tersebut," jelas Wakil Rektor III UNP Drs. Hendra Syarifuddin, Ph.D.

Pada kesempatan itu, Wakil Rektor III UNP Drs. Hendra Syarifuddin, Ph.D. menjelaskan bahwa LKMM (latihan Kepemimpinan Mahasiswa tingkat menengah) yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi atas kepercayaan rektor UNP menjadi suatu iven yang penting pada masa pandemik karena mahasiswa dikenalkan dan diorientasikan tentang situasi terkini, dengan sebuah telisik analisis keilmuan dari berbagai aspek yang dari berbagai instansi di tingkat nasional.

Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi UNP Dr. Yulhendri dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 140 peserta yang juga menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan daerah untuk menginspirasi mahasiswa.

Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Idris dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini penting dilakukan oleh mahasiswa oleh karena mahasiswa sekarang ini dihadapkan dengan persoalan yang kompleks maka diperlukan strategi yang mumpunilah yang mampu terus bertahan.

Para tokoh yang hadir pada kegiatan LKMM tingkat menengah yang diselenggarakan oleh FE UNP adalah pejabat tinggi yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yakni Kepala Pusat Prestasi Nasional yakni Asep Sukmayadi, Direktur Pendidikan Tinggi, Agama dan Kebudayaan Badan perencanaan Pembangunan Nasional, Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia, Anggota DPR-RI Komisi IX bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan, serta para Pimpinan UNP dalam bidang Kemahasiswaan, Alumni organisasi mahasiswa Kampus UNP yang sedang berkiprah di Negara Bahrain sebagai profesional peneliti dan dosen dan juga aktivis sosial dan penulis yang tinggal di Jakarta serta Pimpinan Tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya.

Asep Sukmayadi menjelaskan bahwa setiap mahasiswa memiliki telenta khusus yang bisa dikembangkan menjadi sebuah prestasi sebenarnya potensi sekitar 10% yang memiliki talenta yang kuat untuk berprestasi di tingkat nasional dan diharapkan mahasiswa memiliki semangat untuk bisa beradaptasi serta mengembangkan diri dalam situasi ketidakpastian, ambigue, rentan dengan gejolak, kompleks.

Pemateri kedua yang disampaikan oleh Dr. Agung Sudjatmoko l, Wakil Ketua Dekopin menyampaikan bahwa mahasiswa dalam strategi situasi tersebut bisa melakukan adaptasi, bertransformasi dengan meningkatkan kemampuan iptek, berkolaborasi, Menggunakan pola & model yg ekstraordinery.

Pemateri yang lain, Dr. Amih Alhumamih, salah satu pimpinan Bappenas menjelaskan bahwa Pemerintah dalam hal ini Bappenas bersama kementerian lembaga Negara terus hadir untuk memecahkan persoalan persoalan SDM dimulai dari kebijakan perluasan pelayanan pendidikan, peningkatan kualitas Guru dan Dosen dan peningkatan pemerataan pendidikan dan terakhir bagaimana mengadopsi, mengadaptasi dan melakukan inovasi untuk pelayanan pendidikan untuk mempertahankan pelayanan minimum dan menjaga agar terjaga trend positif bahwa Indonesia terus berbenah menjadi sebuah negara maju.

Selain itu, Rahmad Handoyo sebagai salah satu aktivis yang lahir dari bawah yakni menamatkan pendidikan S1 di Universitas Diponegoro ini menceritakan proses dirinya berjuang sejak mahasiswa menjadi aktivis mahasiswa pada gerakan intra dan ekstra kampus dan kemudian menapaki Jakarta dengan semangat untuk bisa berkiprah di tingkat nasional. Akhirnya sudah terpilih untuk period ke 2 di DPR-RI. Dengan tidak bermodalkan trach keluarga tapi trach idiologi nasionalism kebangsaan akhirnya juga bisa masuk dalam jajaran kepemimpian nasional di badan legislative Nasional tersebut.

Mantan Aktivis BEM UNP Hendri Teja dan Dr. Muhammad Rizki Prima Sakti menjelaskan tentang bagaimana tipe pemimpin transformative dan transacsional dan situasional menjadi sebuah konsep kepemimpinan yang bisa diadopsi untuk pemimpin di masa depan.

"Pergerakan situasi global saat ini, effeknya terhadap situasi Indonesia dan bagaimana strategi kita sebagai anak muda untuk tumbuh, berkembang dan beradaptasi pada perubahan yang berubah bersebut," jelas Hendri Teja dan Rizki. (ET)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru