Mengantisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pjs.Walikota Bukittinggi Kumpulkan SKPD dan Camat

PEMERINTAHAN-339 hit

BUKITTINGGI - Bukittinggi merupakan salah satu Kota Tujuan wisata di Sumatera Barat. Pada Libur panjang yang akan berlangsung akhir oktober 2020 mendatang, diperkirakan akan terjadi ledakan pengunjung yang datang dati berbagai daerah di tanah air.

Ledakan pengunjung itu, bisa menjadi ancaman membludaknya kasus positif Covid-19 di Bukittingggi.

Untuk menyikapi kemungkinan terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bukittinggi sebagai dampak libur panjang pada akhir Oktober nanti, Pjs.Walikota Bukittinggi Zaenuddin menggelar rapat yang diikuti oleh Sekretaris Daerah, Asisten I, II dan III, Kepala SKPD serta Camat di rumah dinas Walikota Belakang Balok Bukittinggi, Jum'at (23/10) malam.

Pjs.Walikota Zaenuddin dalam arahannya menyampaikan bahwa, pada akhir Oktober ini akan ada libur panjang, yakni libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 29 Oktober 2020. Pada libur peringatan Maulid ini diberikan cuti bersama mulai tanggal 28 dan 30 Oktober 2020. Kemudian berlanjut dengan libur hari Sabtu dan Minggu, yakni tanggal 31 Oktober dan 1 November.

"Kami telah mengikuti Rakor yang dipimpin oleh Menko Bidang Polhukam, dimana sesuai dengan Keppres No.17 tahun 2020 yang mengatur tentang Cuti Bersama Pegawai Aparatur Sipil Negara yang bulan ini jatuh pada tanggal 28 dan 30 Oktober 2020 sehingga menjadikan hari libur cukup panjang, hal ini sangat rawan dan berpotensi untuk terjadinya penambahan kasus Covid-19 di Bukittinggi, mengingat kota kita adalah kota tujuan wisata utama di Sumatera Barat, untuk itu perlu diantisipasi lebih awal," ujar Pjs Walikota.

Kepada masing -- masing SKPD yang terkait, baik yang berhubungan dengan objek wisata, pengendalian arus lalu lintas dan parkir, pengamanan dan kebersihan kota maupun SKPD terkait lainnya dimintakan walikota untuk menyampaikan dan mempresentasikan upaya antisipasi dan langkah -- langkah yang akan dilakukan nantinya.

Pjs.Walikota Zaenuddin juga menegaskan kepada seluruh SKPD agar semua sesuai dengan SOP yang ada, dan juga diingatkan bahwa diobjek wisata baik yang berbayar dan tidak berbayar dimasa libur panjang ini sangat rentan dan potensial terjadinya pelanggaran protocol kesehatan.

Menurut Zaenuddin obyek wisata yang bakal ramai dikunjungi pengunjung adalah Lobang Jepang, kandang aviary di TMSBK dan Taman Jam Gadang, untuk itu harus dilakukan upaya agar tidak terjadinya penumpukan massa dan bagaimana untuk mensiasatinya agar sesuai dengan protocol kesehatan, begitupun dengan hotel, rumah makan maupun masjid -- masjid yang berada dipinggir jalan yang nantinya akan menerima pengunjung juga benar -- benar menerapkan sesuai protocol kesehatan, Camat agar lebih mengawasi pesta baralek, karena dimasa libur ada kemunginan banyaknya pesta baralek.

"Libur panjang ini harus kita waspadai. Kita tidak ingin ada lonjakan kasus Covid-19 setelah libur panjang ini di Bukittinggi," ujar Zaenuddin mengingatkan.

( Yus)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru