Dugaan Korupsi Dana Bansos, Seorang Walinagari di Dharmasraya jadi Tersangka

DHARMASRAYA - Seoraang oknum Wali Nagari di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Dharmasraya dalam dugaan Korupsi dana Bansos tahun 2010 pada hari Jumat (23/10/2020).

Kejari Dharmasraya M Haris Hasbullah.SH MH melalui Kasi Pindus Kejaksaan Negeri Dharmasraya Ilza Putra Zulafa .SH saat di temui awak media di ruangannya Jumat (23/10) mengatakan, betul sekali pada hari ini ada pemeriksaan terhadap seorang Wali Nagari di Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya berinisial AD umur 38 tahun.

"Yang bersangkutan terkait dalam dugaan tindak pidana korupsi pnyalahgunaan dana Bansos pada tahun 2010 pada Kelompok Tni Krya Darma Nagari Koto Tinggi kecamatan Koto Besar," katanya.

Disebutkannya, pemeriksaan dilakukan sejak pagi tadi oleh tim Pidsus Kejaksaan Negeri Dharmasraya. Ia menyebutkan, untuk tahap awal, sebanyak lebih kurang 82 pertanyaan yang diberikan kepada tersangka.

Ia juga menyebutkan, penyilidikan dalam kasus ini sudah dilakukan sejak pada bulan Februari 2020 hingga saat ini. Berdasarkan laporan BPKP Perwakilan Sumatera Barat, kerugian negara dalam kasus tersebut lebih kurang 269 Juta Rupiah.

Bertolak dari laporan BPKP Perwakilan Sumatera Barat tersebut, Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Dharmasraya melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap kasus ini.

"Tersangka dikenakan pasal 2 jo pasal 3 kemudian pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak korupsi. Isinya, setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun," ucap Ilza Putra Zulafa, SH. (Eko/MR)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru