Hari Ini, 2 Warga Sawahlunto Positif Covid-19, Sembuh 9

KESEHATAN-746 hit

SAWAHLUNTO - Sempat dalam dua hari nihil terpapar, hari ini Sawahlunto kembali mencatatkan tambahan 2 warga terkonfirmasi positif COVID-19. Padahal, Selasa kemarin (20/10/2020), 9 orang kembali dinyatakan sembuh sehingga menambah jumlah sembuh menjadi 139 orang.

Berdasarkan laporan Tim Posko COVID-19 yang disampaikan Mulya Cahya, Kamis (22/10/20) ini, terdapat penambahan 2 kasus baru terpapar virus asal Cina ini di Kecamatan Barangin, diantaranya berasal dari Desa Kolok Mudik, dan 1 lagi dari Pasar Baru, Kelurahan Durian I. Namun dari data yang dirilis, secara keseluruhan terjadi perlambatan penularan wabah.

Data yang diperoleh beritaminang.com menyebutkan, hari ini (22/10) terdapat 2 terkonfirmasi positif. Sedangkan secara kumulatif warga Kota Sawahlunto yang terpapar sejak kasus mulai berkembang berjumlah 162 orang, mereka di isolasi 1 orang di RS Ahmad Muhktar Bukitinggi, 1 orang di RS Semen Padang,

3 orang di RS M. Djamil Padang, 3 orang di RSUD Sawahlunto, dan 10 orang di pusat karantina Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Sei Durian, 2 orang isolasi mandiri dirumah, dan 3 orang meninggal.

Yasril,SKM,MM, Kadis Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kota Sawahlunto yang dihubungi sebelumnya menyebutkan, adanya kenaikan jumlah warga yang terus mengalami kesembuhan menjadi indikator penurunan status Sawahlunto dari zona merah dengan 3 kematian terserang virus beralih ke zona orange yang angka sembuhnya terus meningkat.

Menurut dia, sewaktu dinyatakan zona merah jumlah kematian 3 orang dan jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 130 orang atau dengan prrsentase 2,3 persen. Sedangkan saat ini, jumlah kematian masih tetap bertahan diangka 3 orang. Sedangkan jumlah terkonfirmasi positif 160 orang atau1,9 persen. Maknanya, kurang dari 2 persen menurut standard WHO.

"Alhmadulillah, berkat doa kita semua, dan reaksi penanganan tracking/tracing yang cepat dilakukan Tim Gugus Tugas COVID,-19, angka kesembuhan kita saat ini sudah diangka 139 orang atau hampir mencapai qngka 83 persen. Jika kita serius ingin menekan munculnya kasus baru, maka perlu kedisiplinan mengikuti protokol kesehatan, dan tetap melakukan tracking/tracing dan treatman. Ungkap Yasril. (Iyos)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru