Dua Hari Terakhir Kasus Covid-19 Melandai, Sawahlunto Turun Ke Zona Orange

KESEHATAN-519 hit

SAWAHLUNTO - Status Kota Sawahlunto kembali ke zona orange atau resiko sedang kasus penularan corona virus disease COVID-19, setelah sempat ke zona merah. Indikator penurunan itu diakibatkan semakin melandainya kasus penularan virus yang terjadi sejak Jumat dan Sabtu kemarin (16 dan 17/10/2020).

Namun demikian, untuk memutus rantai penularan pandemi ini, pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 terus memantau dan melakukan tracking bagi setiap warga yang kontak erat dengan korban terkonfirmasi positif COVID_19, agar wabah yang mengancam warga tersebut dapat dikendalikan.

Seperti dikemukakan Sekretaris Gugus Tugas Adri Yusman,S.Sos,MM, yang dihubungi beritaminang.com diruang kerjanya, Senin(19/10) menyebutkan, ada 15 indikator terjadinya perubahan dari zona merah ke zona orange seterusnya kembali ke zona hijau berdasarkan kajian epidemiologis, diantaranya adanya jumlah penurunan kasus positif selama dua Minggu terakhir dari puncak target lebih 50 persen.

Adri melanjutkan, indikator lainnya adalah, adanya penurunan jumlah kasus ODP dan PDP selama dua Minggu terakhir dari puncak target diatas 50 persen. Termasuk penurunan jumlah jumlah meninggal dari kasus positif selama dua minggu terakhir dari puncak target 50 persen, kemudian penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama dua minggu terakhir, dan penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di rumah sakit selama dua minggu terakhir dari puncak target lebih besar 50 persen.

"Kalau dua hari lalu kita masih dizona merah kemudian melandai kezona orange juga karena kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif selama dua minggu terakhir yang meningkat, sehingga hal menjadi salah satu indikator yang membuat Sawahlunto turun status ke orange. Tetapi bisa kembali ke zona merah jika kasus kembali meningkat. Untuk itu kita harus berjuang kembali ke zona hijau, saratnya adanya kesadaran dan disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan." Ungkap Adri Yusman.

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk, Yasril,SKM,MM yang dihubungi secara daring mengatakan, indikator penurunan tersebut antara lain waktu zona merah dua hari lalu ada kasus kematian 3 orang dan terkonfirmasi positif 130 orang dengan persentase 2,3 persen, sedangkan jumlah kematian masih tetap diangka 3 orang sedangkan jumlah terkonfirmasi positif ada 160 orang atau 1,9 persen.

"Artinya angka tersebut kurang dari 2 persen sesuai standar WHO. Jika dibandingkan angka kesembuhan kita saat ini sudah mencapai 131orang atau 82 persen. Jadi, jika ingin menekan kasus baru perlu kedisiplinan masyarakat tentang protokol mesehatan dan selalu melakukan testing tracing dan Treatman." tambah dia.

Sementara itu, sebagaimana laporan harian Posko COVID-19 yang disampaikan Mulya Cahyana,SKM, merilis, Senin ini tidak ditemukan kasus suspek dan positif COVID-19, apalagi meninggal karena terpapar virus ini.

Tetapi secara kumulatif hingga kini terdapat 3.684 orang PPT, 3 orang suspek, 160 positif, kemudian sembuh 130 orang dan 16 orang dikarantina di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Sei Durian, Kelurahan Durian II, Keamatan Barangin.(iyos)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru