Asrama Haji Padang Disiapkan Sebagai Lokasi Karantina Baru Penanganan Covid-19

KESEHATAN-207 hit

PADANG - Pertumbuhan kasus positif Covid-19 Sumbar yang terus meningkat, membuat Pemprov Sumbar melakukan berbagai antisipasi, termasuk menyediakan lokasi karantina baru. Sekedar diketahui, Jmat, 16 Oktober 2020 terjadi penambahan kasus positif 506 orang. Ini angka tertinggi selama wabah melanda Ranah Minang.

Sabtu, 17 Oktober 2020, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno langsung cek ruang untuk isolasi/karantina Positif Covid-19 di Asrama Haji Parupuk Tabing Padang, yang tengaha disiapkan sebagai lokasi karantia dalam upaya mengantisipasi kemungkinan terburuk penyebaran Covid-19 di Sumbar.

"Covid-19di Sumbar terus menunjukan angka tertinggi tiap hari. Jadi harus ada tempat ruang isolasi/karantina untuk menangani Positif Ringan (OTG) Covid 19. Kita sudah persiapkan penambahan tempat tidur di Asrama Haji," kata Irwan Prayitno, saat melakukan peninjauan di Asrama Haji Padang, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Disebutkan Irwan Prayitno Asrama Haji Padang, saat ini ada 600 tempat tidur, yang bisa dipakai saat ini sekitar 276 tempat tidur. Semuannya dipersiapkan untuk menampung pasien Covid-19 yang ringan.

Bila diperlukan maka semua tempat tidur di Asrama Haji bisa dipakai untuk melayani Positif Covid.

Pemprov Sumbar memberi apresiasi kepada pihak Asrama Haji yang tanggap dan memfasilitasi dalam mengatasi Covid-19 di Sumbar.

Dalam waktu dekat gedung Asrama Haji sudah bisa dipakai sebanyak 276 tempat tidur, apabila diperlukan maka ke depan akan ada lagi penambahan 100 tempat tidur.

Rencanannya gedung Asrama Haji bisa menampung hingga 600 tempat tidur, hanya ada beberapa bangunan yang perlu dilakukan perbaikan.

"Kita akan terus berusaha mempersiapkan tempat isolasi/karantina yang terbaik bagi pasien Covid-19. Di Asrama Haji dilengkapi dengan sarana yang sangat memadai, bahkan tempat olahraga ada disini, untuk menguatkan imun tubuh pasien Covid-19," ucap Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno menegaskan, pemprov akan berupaya semaksimal mungkin dalam penanganan wabah Covid-19.

Ruang isolasi/karantina merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga penanganan dapat berjalan maksimal.

Dengan menempatkan terkonfirmasi Positif Covid-19 di ruang isolasi, penanganan akan lebih maksimal karena terus terpantau dan sekaligus memutus mata rantai penyebaran.

Selain itu, Irwan Prayiyno mengajak masyarakat di Provinsi Sumbar untuk bersama-sama dan senantiasa disiplin melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, yaitu dengan cara selalu memakai masker saat di luar rumah, cuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

"Dengan cara itulah kita bisa menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Provinsi Sumbar secara efektif," tegasnya. (Rel/nov/MR)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru