Komisi V DPRD Sumbar Dukung KONI Selektif Menentukan Atlet Dikirim ke PON Papua

OLAHRAGA-168 hit

PADANG - Komisi V DPRD Sumbar mendukung langkah KONI Sumbar melakukkan seleksi ketat (selektif) dalam penentuan atlet Sumbar yang dikirim ke ajang PON XX Papua, Oktober 2021 mendatang. Atlet yang diboyong ke PON Papua tersebut betul-betul atlet yang punya berprestasi, yang bisa mengharumkan nama Sumbar di kancah olahraga tingkat nasional tersebut.

Penegasan itu merupakan salah satu kesimpulan yang dihasilkan dalam pertemuan antara Komisi V DPRD Sumbar dengan KONI dan Dispora Sumbar di DPRD Sumbar, Rabu (14/10!/2020). Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi V Donizar dihadiri sejumlah anggota Komisi V DPRD Sumbar, diantaranya Sekretaris Komisi V, Syahrul Furqan, Maigus Nasir, Nofrizon, Siti Izzati Azis dan Gustami.

Kesimpulan lain yang tak kalah pentingnya, yakni Komisi V juga merekomendasikan dan menekankan kepada KONI Sumbar lebih memprioritaskan atlet yang putra daerah dan mengabaikan putra luar daerah Sumbar. Sebab semua ini juga tak terlepas untuk pembinaan putra dan putri daerah Sumbar menjadi atlet yang berprestasi. Kemudian, yang tak kalah pentingnya Komisi V meminta KONI untuk memperhatikan unsur efesiensi dalam penggunaan anggaran yang dihibahkan ke KONI Sumbar.

"Karena, pelaksanaan PON XX Papua tahun 2021 tersebut, dengan jarak begitu jauh dan kondisi lainnya, jelas akan memakan anggaran yang cukup besar ke sana," ujar Donizar, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar.

Penegasan yang sama juga dilakukan Anggota Komisi V Siti Izzati Azis dan Nofrizon yang sepakat dengan sikap KONI yang selektif dalam memilih atlet ke PON. Terutama atlet yang mendulang emas, apalagi PON dilaksanakan di Papua di Indonesia bagian timur sana.

"Tentu akan memakan anggaran yang cukup besar, apa jadinya kalau yang dikirim bukan atlet yang berprestasi, tentu berdampak anggaran dan jangan ada nantinya kesan penghamburan anggaran," ujar Siti diayakan Nofrizon.

Sementara itu, Ketua KONI Sumbar Syaiful mengatakan, secara tidak langsung memang ada diskriminasi, akan tetapi secara tidak langsung tidak ada diskriminasi terhadap atlet cabang olahraga (Cabor), berprestasi di bawah binaan KONI. Apalagi, ada unsur suka dan tak suka terhadap Cabor.

"Namun, untuk diketahui perhatian KONI Sumbar bukan didasari unsur suka tak suka, tapi yang membuat diskriminasi masing masing atlet berdasarkan prestasi," ujar Ketua KONI Sumbar Syaiful SH MHum.

Disebutkan Syaiful, sepanjang atlet dari Cabor berprestasi yang dipertandingkan di PON, akan tetap menjadi perhatian jika atlet yang bersangkutan berprestasi. Seperti di Cabor dayung yang berprestasi tersebut Harol, Siska dan Rendi di nomor perseorangan dan ketiga atlet ini masuk dalam pembinaan KONI Sumbar. Namun, pihak dayung meminta 39 atletnya dimasukan ke dalam pembinaan atlet menuju PON XX Papua tahun 2021. Saat ini atlet Sumbar yang mengikuti TC sebanyak 132 atlet dari 25 Cabor.

Kadispora Sumbar Bustavidia mengatakan, pihaknya tidak ada kewenangan dalam hal menyalahkan. Tapi, sepanjang tidak sesuai dengan regulasi maka Dispora akan memberikan peringatan. "Selain itu menyangkut anggaran tidak sesuai regulasi, maka kami dari Dispora mencoretnya, " ujar Bustavidia.

Sedangkan, Maigus Nasir menambahkan, jika terjadi kisruh yang mengarah ke arah perbuatan kriminal selama lebih diharapkan secara kekeluargaan. Karena ini kita melihat dari sisi edukatif dan pembinaan secara kekeluargaan. "Jika terjadi perbuatan di luar kontrol karena hal tak tersalurkan dan miskomunkasi," ujar Maigus. (MR)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru