SMAN 1 Solsel Bakal Miliki Labor Bahasa Representatif

PENDIDIKAN-116 hit

PADANG ARO - Tahun ini SMA Negeri 1 Solsel bakal miliki ruang labor bahasa yang respentatif dengan dukungan dana DAK Pusat dan dana shering dari Komite sekolah dengan total lebih kurang Rp. 325 juta.

Hebatnya, selain akan ada kelengkapan penunjang labor, rancangan bangunan labor ini oleh pihak sekolah juga disengaja konstruksinya untuk lantai dua, yaitu dengan dasar pondasi dan tiang yang dibuat kokoh.

Menurut Kepala SMA Negeri 1 Solsel, H. Asril, bangunan yang didanai DAK ini sesuai juknisnya hanya satu lantai dan hanya sampai terplaster. Namun dengan dukungan dari komite sekolah, bangunan ini dirancang untuk dua lantai dan terpasang keramik.

" Kita sengaja rancang bangunan labor bahasa ini jadi lantai dua. Hal ini dalam rangka menagntisipasi kekurangan lokal yang masih dibutuhkan sebanyak 3 lokal, " kata H. Asril.

Artinya jika adanya dana pembangunan nanti, kita akan bisa melanjutkan untuk lantai dua. Sehingga kekurangan lokal yang dibutuhkan untuk PBM akan dapat terpenuhi sebagaimana mestinya.

Saat ini menurut Asril, jumlah siswa sekolahnya tercatat sebanyak 875 siswa dengan 26 rombel. Sementara tenaga guru PNS tercatat sebanyak 38 orang, yang sukarela sebanyak 65 orang.

Sedangkan kondisi lokal yang respentatif hanya 23 lokal dari 27 lokal yang dibutuhkan. Selain itu ruang labor IPA di sekolah ini lengkap. Sementara labor komputer masih memamfaatkan ruang serbaguna dari tiga lokal yang dibutuhkan untuk labor komputer ini," tambah Asril.

Secara umum kondisi fasilitas atau sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah SLTA tertua di Solsel ini masih butuh tambahan lokal sebanyak 4 lokal lagi untuk PBM, 3 lokal untuk ruang komputer," ungkap Asril.

Meski demikian H. Asril yang juga Ketua MKKS SLTA Solsel ini optimis untuk meraih prestasi para siswanya ditahun-tahun berikutnya.

Hal ini dibuktikan pada tahun sebelumnya banyak siswanya yang diterima di berbagai perguruan tinggi, diantaranya di IPDN tahun ini ada 2 orang, di Unhan juga 2 orang. Selain itu ada juga diterima di perguruan tinggi selain STAIN dan UIN sebanyak 75 orang, " demikian H. Asril. AA

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru