Lukisan Potret Nilai Dipamerkan Seniman di Galeri Seni Rupa Tambud

PERISTIWA-227 hit

PADANG - Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Hj. Gemala Ranti, menyebutkan, kehadiran karya seni rupa ke hadapan publiknya tidak lahir begitu saja tanpa adanya latar belakang pemikiran, maksud maupun tujuan yang memuat seperangkat nilai-nilai.

Tetapi seni hidup, tumbuh dan berkembang di tengah masyarakatnya dengan seperangkat nilai-nilai dan spirit kebudayaannya, di manasettingsosiokultural tempat seni itu hidup sangat berpengaruh terhadap karya-karya yang dihasilkan.

Hal itu sisampai Diswampaikan Hj. Gemala Ranti saat meresmikan pembukaan pameran "Realita Sosial" ke 3 #Dimension Space di Galeri Seni Rupa Taman Budaya Sumatera Barat, Jalan Diponegoro, 31 Padang, Minggu (4/10).

Menurut Gemala Ranti, melalui karya seni dapat diketengahkan sejumlah nilai-nilai hidup dan kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, dimana pelaku seni berada di dalamnya. Pelaku seni dapat melihat, mengamati, mempelajari, mengalami, memahami, menghayati, berfkir, bersikap, berperilaku terhadap alam dan lingkungan sosio-kultural sendiri maupun di luar dirinya.

Ketiga rangkaian pameran ini sejak Agustus hingga oktober ini, juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) dan menyonsong Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) merujuk Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan sebagai upaya meningkatkan ketahanan budaya dan konstribusi budaya ditengah peradaban dunia melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan

Sementara PLT Kepala UPTD Taman Budaya Sumatera Barat, Aprimas, dalam laporannya di hadapan pengunjung dan peserta pameran #Dimension Space menyebutkan, pameran Realita Sosial #Dimension Space merupakan pameran ketiga dari tiga rangkaian pameran yang yang digelar sejak Agustus, September hingga Oktober tahun ini.

Sejak digelar pameran pertama, kedua bahkan hingga ketiga ini jumlah peserta pameran cendrung meningkat di tengah-tengah covid.19. Seniman tetap saja berkarya, berkarya dan terus berkarya melahirkan karya-karya terbaik yang patut apresiasi secara bersama-sama, ujar Aprimas.

Kurator Pameran Muharyadi dan Yasrul Sami Batubara dalam hantaran kuratorialnya di hadapan peserta dan pengunjung pameran, menguraikan, dari tiga rangkaian pameran sejak pameran pertama Realita Sosial #New Life, pameran kedua #New Ekspokrasi dan pameran ketiga #Dimensio Space ini keikutsertaan peserta pameran sangat variatif. Kemudian karya-karya terbaik secara kualitas terus bermunculan hasil penjelajahan kerativitas masing-masing seniman seni rupa.

Untuk tahun depan saat covid. 19 telah redup atau hilang di muka bumi ini diharapkan kegiatan seni rupa baik dalam bentuk pameran, work shop dan kegiatan lainnya dalam persepektif kebudayaan diharapkan terus memancarkan energi positif. Karena seni memang menjadi medium efektif untuk membangun pengertian antar manusia yang berada di atas banyak persoalan ; isu suku, agama, ras/etnik, ideologi, politik, bencana atau musibah kemanusiaan yang yang senantiasa membuka "ruang dialog" kepada penikmatnya, ujar Muharyadi.

Pada pameran #Dimension Space ini selain dari Sumatera Barat sendiri juga termasuk peserta seniman urang awak dari Yogyajarta yakni pematung nasional Yusman, Hendra Buana dan Randy Syahputra, Kemedian dari Bengkulu ikut serta berpameran perupa Herwandi dan Rommi Roestam. Kegiatan ini juga juga diikuti undangan khusus pelukis paling senior di Sumatera Barat saat ini, Amir Syarif (81 th) dan Am. Y. DT. Garang (70 th) serta sejumlah nama yang tajk asing lagi dikalangan publik seni diantaranya Ardim, Kamal Guci, Herisman Tojes, Evelyna Dianita, Hamzah, Martwan, Harisman dan lainnya.

Tamu undangan khusus dari luar kota Padang saat menghadiri pembukaan pameran #Dimension Space itu yakni salah seorang anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Novermal Yuska, dalam kesempatan itu menuturkan sangat mengagumi karya-karya terbaik seniman Sumatera Barat yang terpajang di ruang pameran, termasuk salah peserta #Dimension Space dari Pesisir Selatan, Rizal MS yang sudah puluhan malang melintang baik semasa di Jakarta maupun di Sumatera Barat.

Novermal Yuska berulangkali mengamati karya pelukis senior Amir Syarif, lukisan Hendra Buana dan lukisan potret ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi yang dilukis Al Backrfie Azs dan lukisan potret Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Hj. Gemala Ranti yang dilukis Zirwen Hazry. (FR/Rel)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru