Subuh Mubaraqah Virtual Universitas Negeri Padang; Memahami Takdir Allah secara Benar

PENDIDIKAN-223 hit

Padang-Pagi ini, Jumat (2/10) sivitas akademika Universitas Negeri Padang kembali menyelenggarakan kegiatan Subuh Mubaraqah secara virtual karena situasi pandemi Covid-19 ini. Kegiatan Subuh Mubaraqah Universitas Negeri Padang pagi dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang.

Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D. sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Subuh Mubaraqah walaupun dilaksanakan secara virtual dan kita harus tetap kita laksanakan untuk masa yang akan datang.

"Kegiatan Subuh Mubaraqah ini sangat penting apalagi setelah ceramah juga diikuti dengan diskusi. Mari kita semua pimpinan dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan Subuh Mubaraqah," jelas Rektor Prof. Ganefri, Ph.D.

Dr. Ahmad Kosasih, M.Ag. dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubaraqah pada Jumat pagi ini membicarakan tema "Menyikapi Takdir Allah" dan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Ketua Lembaga, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan Sekretaris Jurusan, Koordinator Program Studi, dosen, dan tenaga kependidikan Universitas Negeri Padang.

"Takdir Allah yang berupa qadha dan qadhar kadang-kadang sering pula dipahami sebagai nasib. Sesungguhnya takdir itu ada takdir pada alam juga takdir pada manusia. Alam itu sungguhlah patuh kepada takdir Allah," jelas Dr. Ahmad Kosasih, M.Ag.

Pada kesempatan itu, Dr. Ahmad Kosasih, M.Ag. menjelaskan bahwa takdir itu adalah sesuatu yang sudah ditulis oleh Allah yang tidak diketahui manusia. Dalam konteks ini, takdir Allah itu kadang-kadang disebut oleh manusia dengan 'suratan'.

"Takdir itu bermakna sudah ditulis Allah di dalam kitab yang dapat diibaratkan sebagai "database" yang sangat besar dan tidak bisa diakses oleh manusia di muka bumi ini," jelas Dr. Ahmad Kosasih, M.Ag.

Dr. Ahmad Kosasih, M.Ag. kemudian menambahkan bahwa takdir yang terjadi di alam ini disikapi manusia dalam dua paham yakni paham jabariah dan paham qadariah. Paham jabariah yang dipahami adalah bahwa semuanya sudah ditentukan oleh Allah sedangkan paham qadariah adalah paham bahwa semua yang terjadi di alam ini adalah sangat ditentukan oleh manusia atau serba manusia. (ET)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru