Warga Talangtuluih Silungkang Goro Buka Jalan Baru Sentra Pertanian

PERISTIWA-183 hit

SAWAHLUNTO - Warga Dusun Talangtuluih, Desa Silungkang Duo, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Sumbar, implementasikan instruksi Walikota Deri Asta untuk membuka akses transportasi ke sentra-sentra pertanian dalam menyesiasati kondisi perekonomian ditengah COVID-19 saat ini.

Salah satu poin instruksi itu disampaikan Deri Asta, setiap lahan pertanian potensial yang tidak bisa dilewati kendaraan harus terbebas dari keterisoliran, dengan cara membangun insfrastruktur jalan secara bergotong royong minimal 1 kali sebulan untuk mempermudah akses petani dapat mengelola dan mengangkut hasil panennya.

Deri Asta, kepada beritaminang.com tadi siang di Dusun Talangtuluih, Desa Silungkang Duo, tadi siang (24/9/20) mengatakan, himbauan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dari desa itu sudah dilaksanakan banyak desa di wilayah administrasi pemerintahannya.

Sebagai contoh, yang dilakukan warga Dusun Talangtuluih ini, mereka bergotong royong membuka jalan baru sepanjang 2,5 km sebagai sarana transportasi yang dapat dilalui kendaraan minimal roda dua.

Dengan adanya jalan itu, para petani tidak akan mengalami kesulitan lagi untuk membawa hasil pertaniannya kepasar, yang selama ini biasa dipanggul sebentar lagi akan dapat ditempuh kendaraan minimal roda dua untuk mengangkut hasil panen yang mereka.

"Saya tentu sangat mengapresiasi ke kompakan dan kegotongroyongan mereka. Bayangkan, dengan membuka jalan baru ini nantinya akan banyak kemudahan bagi petani untuk mengangkut hasil panen ke pasar. Sebagai Kepala Pemerintahan tentu kami sangat mendukung penuh upaya ini." Kata Deri Asta.

Kades silungkang Duo Wandi, saat dikonfirmasi mengungkapkan, jalan baru yang dibuka tersebut merupakan kegiatan swadaya masyarakat yang berjibaku untuk membuka jalan tersebut. Biaya pembuatan jalannya murni tanpa biaya karena memanfaatkan jasa masyarakat yang sudah terbiasa hidup bergotong royong.

"Kami membuka jalan ini tanpa biaya, murni swadaya masyarakat karena dibangun melalui cara bergotong royong dengan membuka jalan ke sentra produksi sepanjang 2,5 kilometer hingga sampai keperbatasan Desa Silungkang Duo dengan Desa Pasar Kubang," kata Wandi.

Ditambahkannya, jalan yang tengah di gorokan itu sangat potensial dengan hasil bumi setempat. Sebab, tutur dia, disini rata-rata banyak petani yang menanam ubi kayu. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya yang hanya sebesar 143 KK, maka jumlah petaninya ada sekitar 95 persen jumlah itu.

Camat Silungkang Supar, menambahkan, Potensi lainnya selain ubi kayu, ada pisang, coklat, dan kerupuk ubi. Sukar berharap, jalan yang dibangun bersama tersebut dapat memberi manfaat lebih bagi petani. (Iyos)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru