FBS UNP Laksanakan Program Permata Sakti Kemendikbud untuk Mata Kuliah LHK

PENDIDIKAN-374 hit

Padang-Untuk mengimplementasikan Program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar, Program Studi Sastra Indonesia, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, FBS Universitas Negeri Padang, sejak Selasa (22/9) telah mulai melaksanakan perkuliahan untuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam Program Permata Sakti secara daring menggunakan aplikasi elearning2.unp.ac.id.

Demikian disampaikan oleh Dr. Havid Ardi, M.Hum. Wakil Dekan I Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang kepada wartawan di Kampus FBS UNP Air Tawar Padang pada Selasa (22/9) siang ini.

"Di Fakultas Bahasa dan Seni UNP terdapat satu mata kuliah yang diikutkan untuk menjadi mata kuliah dalam Program Permata Sakti yang diselenggarakan oleh Kemendikbud dan dipilih mata kuliah yang sudah siap materi perkuliahan di aplikasi elearning2.unp.ac.id," jelas Dr. Havid Ardi, M.Hum., Wakil Dekan I Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.

Lebih lanjut Dr. Havid Ardi, M.Hum., Wakil Dekan I Fakultas Bahasa dan Seni, UNP menjelaskan mata kuliah yang terpilih untuk Program Permata Sakti ini adalah dengan menawarkan kepada Kaprodi dan diajukan mata kuliah yang dianggap memenuhi persyaratan dan akhirnya terpilih Mata Kuliah Linguistik Historis Komparatif dari Program Studi Sastra Indonesia dan kebetulan dibina oleh Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. Yang juga Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang.

"Dalam pantauan kami, perkuliahan Linguistik Historis Komparatif untuk Program Pertukaran Mahasiswa Nusantara (Permata) Sakti sudah dimulai hari Selasa, 22 September ini sebagai perkuliahan minggu pertama," jelas Dr. Havid Ardi, M.Hum., Wakil Dekan I Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.

Selain itu, Dr. Havid Ardi, M.Hum., Wakil Dekan I Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang menjelaskan Mata Kuliah Linguistik Historis Komparatif untuk Program Permata Sakti ini diikuti oleh sebanyak 23 orang mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

"Dengan mahasiswa yang beragam perguruan tinggi dan beragam pulau tersebut, mudah-mudahan perkuliahan dengan Program Permata Sakti ini dapat meningkatkan integrasi bangsa kita ini. Nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa dapat ditingkatkan melalui program ini," tutup Dr. Havid Ardi, M.Hum., Wakil Dekan I Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang. (MRC/ET)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru