Kasus Positif Covid-19 Melonjak di Sawahlunto, Kadiskes Yasril: Pasien Karantina Sempat Shock

KESEHATAN-340 hit

SAWAHLUNTO - Dalam dua hari terakhir, lonjakan kasus penularan COVID-19 di Kota Sawahlunto terus terjadi. Namun tak menyurutkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sawahlunto melakukan tracking/tracing dan swab test PCR terhadap warga kontak erat dengan pasien positif tanpa lelah, meski dihadapi kondisi dan lokasi yang cukup menantang.

Terdapat 148 orang yang berhasil di ambil sampel lendir hidung dan tenggorokannya Kamis (17/9) lalu, sementara dihari Sabtu (19/9) didapati 22 orang lagi hasil tracking yang langsung dilakukan swab untuk memutus mata rantai penularan virus mematikan asal Wuhan, Cina, tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Yasril,SKM,MM, yang juga unsur Tim Gugus COVID-19 saat dihubungi beritaminang.com Ahad (20/9/2020) mengatakan, upaya memutus mata rantai penularan terus dilakukan secara komprehensif oleh tim gugus terhadap warga yang sempat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

Menurut dia, dalam dua hari terakhir ini terjadi peningkatan konfirmasi positif di Sumbar, termasuk Sawahlunto terjadi peningkatan kasus yang cukup tajam. Mengantisipasi hal tersebut, pihaknya terus mempersiapkan sarana dan prasarana ruang isolasi untuk menampung warga yang terpapar.

Saat ini, sebutannya, sebelumnya ruang isolasi di pusat karantina BDTBT yang digunakan hanya 26 kamar, kini naik menjadi 32 Kamar. Seterusnya, tim gugu COVID-19 mengembangkan sayap dengan menggunakan 17 kamar mess PT BA UPO, disamping tengah mempersiapkan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebanyak 11 kamar yang tersedia.

"Langkah ini kita lakukan sebagai bentuk antisipasi jika kasus penularan COVID-19 terus meningkat. Selain itu, kami juga menambah tenaga personel khusus untuk pelayanan karantina, sedang personil tracking / tracing disiapkan tenaga pendukug dari 6 puskesmas Dinkes sendiri." Ungkap dia.

Terkait kondisi psikologis pasien dikarantina diakui Yasril, di hari pertama dan kedua mereka masuk mengalami sock bahkan merasa tidak percaya telah terjangkiti corona virus. Apalagi, sambung Yasril, yang terjangkit lebih banyak dari kasus tanpa gejala. Rerhadap kejiwaan, mereka merasa dinayel (menolak) namun sebagian dari mereka telah menduga merasa terpapar karena gejala perasaan kurang enak.

Tetapi dihari berikutnya mereka mulai beradaptasi dengan kondisi pusat karantina sehingga shock dan stress yang dialami mereka secara pelan-pelan mulai hilang. Diharapkan mereka dapat menerima keadaan sehingga menjadi modal untuk kesembuhanya karena Imunitas dan daya tahan tubuh mulai meningkat.

"Melalui media ini kami menghimbau, agar warga tetap melindungi dirinya dengan mematuh protokol kesehatan yaitu 3 M yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir. Patuh dan disiplin harus dilakukan setiap individu seiring diterapkannya Perda Provinsi Sumbar Nomor 15 Tahun 2020, tentang AKB dimana tugas Pemerintah melakukan 3 T yaitu, testing , tracing, treatman. Masyarakat dihimbau tidak perlu panik," imbaunya.(iyos)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru