IDI Laporkan 109 Dokter Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

KESEHATAN-165 hit

JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) merilis data terbaru jumlah kematian dokter akibat Covid-19 sudah mencapai angka 109 orang. Ke-109 dokter tersebut, terdiri dari guru besar (profesor) sebanyak 7 orang, dokter umum 53 orang dan dokter spesialis 49 orang.

Dalam rilis yang diterima Beritaminang.com, Jumat (11/9/2020), kematian dokter akibat Covid-19 ini, tersebar di 16 provinsi di Indonesia. Angka tertinggi terdapat di Jawa Timur, kemudian disusul Sumatera Utara dan DKI Jakarta. (lihat tabel).

Data ini berdasarkan hasil survei oleh tim mitigasi PB IDI. Untuk update data dokter gigi dan perawat, mohon menghubungi masing-masing perhimpunan (PDGI dan PPNI). Data dari Tim Mitigasi PB IDI ini (diperbaharui 10 September 2020) menunjukkan angka kematian yang terjadi diantara para dokter.

Menurut dr Adib Khumaidi, SpOT, Ketua Tim Mitigasi PB IDI yang memimpin pelaksanaan survei ini, terpaparnya para dokter bisa terjadi saat menjalankan pelayanan baik itu pelayanan yang langsung menangani pasien Covid di ruang-ruang perawatan ( isolasi maupun ICU), atau dari tindakan medis yang ternyata belakangan diketahui kalau pasiennya mengalami Covid, ataupun pelayanan non medis seperti dari keluarga dan komunitas.

"Gambaran ini menunjukkan bahwa pekerjaan dokter saat ini memiliki risiko yang sangat tinggi untuk terpapar Covid disamping juga angka OTG ( asimptomatik carier) yang tinggi," katanya.

Untuk itu, sambungnya, Pemerintah juga harus bersikap tegas dengan menindak masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan, diikuti juga para aparat pemerintah juga memberikan contoh dengan melakukan protokol kesehatan dalam aktifitas mereka sehari-hari. Selain itu, upaya yang perlu dilakukan adalah proteksi di semua layanan dengan penerapan 3T yang lebih tegas lagi: peningkatan upaya preventif dengan penerapan protokol kesehatan dg melibatkan kelompok sosial masyarakat sebagai kontrol menjadi satu prioritas untuk menekan laju penyebaran virus.

"Sedangkan untuk penguatan Treatment dilakukan dengan mapping/ pemetaan kemampuan faskes , menata dan meningkatkan kapasitas rawat dengan screening atau penapisan yang ketat terhadap pasien, zonasi di fasilitas kesehatan, serta clustering atau pengkhususan rumah sakit rujukan atau yang menangani Covid)," tegas Adib. Rel/MR

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru