KPU Sawahlunto Tetapkan DPS, Golkar Minta Telusuri yang Belum Terdaftar

POLITIK-162 hit

SAWAHLUNTO - Meski pandemi COVID-19 terus mewabah, tidak menyurutkan Komisi Pemilihan Umum melanjutkan proses tahapan Pemilihan Kepala Daerah. Seperti halnya KPU Kota Sawahlunto yang melakukan pleno terbuka rekapitilasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran DPHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) di Gedung Pusat Kebudayaan, Rabu (9/9/20).

Sebagaimana Berita Acara KPU No.096/PL.02.1.BA/1373/KPU-not./IX/2020 tentang rapat pleno terbuka DPHP dan DPS yang diperlihatkan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Nova Hendra mengungkap jumlah pemilih sementara berjumlah 46.837. Angka tersebut terdiri dari 23.198 pemilih laki-laki dan 23.639 yang tersebar di empat Kecamatan, 37 desa dan kelurahan, dan 146 TPS.

Berita Acara tersebuta ditandatangani Ketua KPU Fadilah Armey, dan 4 anggota masing-masing Rika Amelia, Jasmani, Akhaswita, dan Desa Fardila.

Menyikapi DPS itu, Partai Golkar siap untuk melakukan pemantauan jumlah secara real time apakah masih ada warga yang memiliki hak pilih yang belum terdaftar. Jika ini masih ditemukan, maka partai berlambang pohon beringin rindang yang mengusung pasangan Fakhrizal- Genius Umar uni akan menyampaikannya kepada penyelenggara KPU atau Bawaslu.

Dikatakan Nova Hendra, mengutip jumlah DPS yang dirilis KPU Sawahlunto menyebutkan, jumlah DPS untuk Kecamatan Lembah Segar berjumlah 10.011 dengan 35 TPS, kemudian Kecamatan Barangin 14.338 dengan 43 TPS, lalu Kecamatan Silungkang 8.105 dengan 26 TPS, dan Kecamatan Talawi 14.383 dengan 42 TPS.

"Ini tugas kami untuk menelusuri DPS ini, sehingga nanti masih ditemukan ada warga yang punya hak pilih belum terdaftar akan kami laporkan ke KPU maupun Bawaslu. Yang pasti kami terus mengikuti proses yang berlangsung dalam penyelenggaraan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat yang akan datang." Ungkap Nova Hendra.

Politikus muda berbakat dari Partai Golkar ini mengingatkan masyarakat Kota Sawahlunto untuk menggunakan hak pilihnya dalam menyukseskan Pilgub mendatang.

"Meski kita tidak ikut Pilkada, tapi kita berkewajiban untuk menyukseskan ritual demokrasi lima tahunan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat. Insya Allah Pilkada damai ditengah COVID-19," tutur dia. (iyos)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru