Seorang Petani di Muaro Kalaban Sawahlunto Tewas Gantung Diri

PERISTIWA-1291 hit

SAWAHLUNTO -Yartono alias Anto, 38 tahun, nekad menghabisi nyawanya melalui seutas tali di Dusun Sei Loban, Desa Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Senin (7/9/20) kemarin.

Menurut Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur melalui Kasubbag Humas AKP Bunial berdasarkan laporan Kapolsek Muaro Kalaban Iptu Usman Nurwidi kepada beritaminang.com, Selasa (8/9) mengatakan, telah terjadi peristiwa dugaan bunuh diri dengan cara melilitkan tali ke leher dan digantung ke bagian rangka atap rumah korban bersangkutan setinggi 2,7 meter dari permukaan lantai.

Dikabarkan peristiwa itu diketahui istrinya Meli Aprienti sekitar 10.30 Wib Senin kemarin, dan menjadi perhatian masyarakat di Desa Muaro Kalaban yang datang melihat ramai-ramai melihat peristiwa naas tersebut. Polisi menyebutkan, kondisi korban saat itu dalam keadaan tergantung dengan lilitan seutas tali di lehernya dan diperkirakan tewas akibat bunuh diri.

Kepada polisi, saksi Meli Aprienti dan Kepala Dusun Sei Loban Mardison menceritakan kronologis kejadian. Sekitar pukul 10.30 wib, Meli Aprienti, istri korban pulang mengantarkan piring ke tetangga sebelah rumah. Saat masuk rumah, dia menemukan suaminya Yartono alias Anto dalam keadaan tergantung di seutas tali melilit lehernya dalam kamar tidur bagian depan.

Melihat Suaminya dalam keadaan tergantung, Meli langsung memberitahu tetangganya dan Kepala Dusun Sungai Loban. Menurut keterangan Meli, suaminya beberaoa kurun waktu sepekan terakhir banyak mengeluhkan sakit disekujur tubuhnya, sehingga tidak bisa melakukan aktifitas kesehariannya sebagai petani.

Korban dikabarkan memiliki riwayat gangguan mental dan pernah dirujuk ke RSJ Sa'anin Padang sebanyak 3 kali. Disamping itu korban juga selalu menkonsumsi obat penenang secara rutin jenis Clozapine, Risperidone, dan trihexythen.

Korban akhirnya dievakuasi bersama Kepala Dusun, Bhabinkamtibmas dan warga setempat untuk dibawa dan dilakukan visum luar oleh Petugas medis Puskesmas Silungkang disertai dengan anggita Identifikasi Polres Sawahlunto.

Berdasarkan hasil identifikasi dan visum, dibagian lidah korban di temukan bekas tergigit, pada leher di temukan bekas jeratan tali, serta pada celana dalam korban ditemukan cairan diduga sperma atau air kencing.

Dugaan sementara, korban melakukan bunuh diri karena depresi karena sakit. Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dengan menandatangani berita acara tolak otopsi

Pada saat melakukan olah TKP turut hadir Kasat Reskrim Polres Sawahlunto, Kapolsek Muaro Kalaban, KBO reskrim, Ur. Identifikasi, dan Kanit Reskrim Polsek Muaro Kalaban dan beserta anggota.

Tangkap Pengedar Narkoba

Sementara itu, jajaran Polres Sawahlunto berhasil menangkap dua pelaku pengedar narkoba kelas I jenis sabu-sabu pada pukul 17 Wib, di depan Mapolsek Muaro Kalaban, Minggu (6/9).

Menurut keterangan polisi, terduga pelaku berinisial "R" alias Amat, beralamat di Jorong Rambatan Nagari Rambatan Kec. Rambatan Kab. Tanah Datar, dan "NI" alias Nop beralamat dib Jl. Tanah Datar No. 123 RT. 002 RW. 008 Kel. Surau Gadang Kec. Nanggalo Kota Padang.

Dari hasil penangkapan, disita alat bukti berupa 2 paket sedang diduga narkotika jenis shabu, 1 unit sepeda motor merk Honda Beat warna putih biru Nopol BA 2697 QK, dan 1 HP merk Nokia warna hitam.

Kronologis kejadian penangkapan itu, bermula saat Personil Sat Res Narkoba Polres Sawahlunto mendapatkan Informasi bahwa ada peredaran dan penyalahgunaan narkotika di daerah Kecamatan Silungkang. Mendapat laporan itu, tim opsnal Sat Res Narkoba Polres Sawahlunto melakukan penyelidikan dan melakukan undercoverbuy, sehingga hari Minggu tanggal (6/9) sekitar jam 17.00 wib kedua pelaku dapat di endus dan ditangkap polisi berikut barang bukti.

Kini, kedua pengedar tersebut mendekam dibalik jeruji besi Mapolres setempat untuk pengembangan kasus lebih lanjut. Korban dapat dituntut sanksi pidana Pasal 111, 112, 113, 114 jo 132 karena memiliki narkotika untuk mengedarkan, menjual atau pihak yang menjadi kurir (perantara) dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun hingga hukuman mati. (iyos)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru