Tiga Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Mendaftar ke KPU Padang Pariaman

POLITIK-1288 hit

PADANG PARIAMAN - Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman di Pilkada 2020 kemungkinan besar diikuti tiga bakal pasangan calon (Bapaslon). Pasangan pertama, yakni duet Suhatri Bur - Rahmang. Pasangn ini diusung PAN, PDI Perjuangan dan NasDem ini diantar pimpinan partai politik koalisi, Sabtu (5/9) siang ke KPU Padang Pariaman. Pasangan ini dapat dukungan 12 kursi dari tiga partai tersebut.

Suhatri Bur mengatakan, suksesnya pendaftaran karena solidnya tim yang telah membantunya baik dari kalangan partai maupun tokoh masyarakat. "Kita siap berjuang bersama tim dan masyarakat Padang Pariaman sehingga dapat meraih kemenangan," kata Suhatri Bur yang masih Wabup Padang Pariaman ini.

Pasangan kedua, yakni Refrizal-Happy Neldy yang mendaftar ke KPU, Minggu (6/9). Cabup dan Cawabup yang diusung koalisi Gerindra dan PKS ini mempunyai 11 kekuatan kursi di DPRD Padang Pariaman. Berangkat dari kampungnya Refrizal, Basung, Nagari Sikucua, Kecamatan V Koto Kampuang Dalam, pasangan ini tiba menjelang di kantor KPU, di Padang Baru, Nagari Parit Malintang.

Pasangan yang terdiri dari pimpinan dan tokoh kedua partai itu, sama-sama punya sejarah tiga periode di legislatif. Refrizal adalah tokoh PKS yang tiga periode di DPR RI. Sedangkan Happy Neldy yang Ketua DPC Gerindra Padang Pariaman juga tiga periode di DPRD daerah itu.

Sedangkan Cabup dan Cawabup ketiga, yakni duet Tri Suryadi-Andah Taslim, hampir bersamaan datangnya dengan pasangan Refrizal - Happy Neldy. Sesuai rencananya, memang pasangan yang diusung empat partai politik; Demokrat, PKB, Golkar dan PPP ini mendaftar ke KPU Minggu siang. Dengan empat partai ini, pasangan yang populer dengan jargon Wali Feri - Andah Taslim ini punya 16 kursi DPRD Padang Pariaman (masing-masing empat partai itu punya empat kursi). Dan pasangan ini keluar sebagai juara terbanyak kursi dukungan di antara dua pasangan lainnya yang akan ikut Pilkada Desember mendatang.

Ketua KPU Padang Pariaman Zulnaidi menyebutkan, kondisi pandemi covid-19 "memaksa" semua pihak untuk patuh dengan protokol kesehatan dalam alek Pilkada. Bapaslon yang mendaftar ke KPU diwajibkan sudah tes swab dengan hasil negatif sebelum datang menyerahkan dokumen sebagai calon. Jika positif, maka yang bersangkutan tidak diperkenan datang dan harus isolasi meskipun proses pendaftaran tetap dilanjutkan oleh yang sehat (negatif covid).

"KPU membatasi yang boleh masuk ke lokasi pendaftaran. Hanya dua orang per parpol (Ketua dan Sekretaris) beserta dua orang Bapaslon, tanpa pengiring ataupun keluarga (kalaupun ada hanya 15 orang, namun tetap di luar pagar lokasi)," kata Zulnaidi.sembari menyebutkan yang penting pastikan kita taat aturan, jaga kesehatan dan rawat persaudaraan penuh kedamaian dan kegembiraan.

Reaksi Partai Gerindra

Wali Feri, calon bupati yang disebut bvanyak kalangan sebagai kuda hitam di Pilbup Padang Pariaman 2020 ini, merupakan Anggota Fraksi Gerindra DPRD Sumbar yang maju dengan bendera partai lain dan tidak mendapat dukungan partai sendiri, yakni Partai Gerindra.

Menurut Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Andre Rosiade, ia memastikan hal itu pelanggaran. "Tentu saja ada aturan partai. Kita pecat dan berhentikan dari partai," kata Andre dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (21/8) pagi.

Menurut Anggota Komisi VI DPR RI ini, pihaknya sangat memahami dan menghormati hak politik Tri Suryadi untuk maju sebagai bakal calon Bupati Padangpariaman pada Pilkada 2020. "Namun, partai harus menegakkan aturan. Maju dari partai lain dan (mengenakan) jaket partai lain pula, tentu akan kita tindak," kata Andre.

Pemecatan juga akan berpengaruh terhadap posisi Tri Suryadi sebagai anggota DPRD Sumbar. Meskipun sebenarnya, dengan ditetapkan oleh KPU sebagai calon kepala daerah, dia juga sudah mengantongi surat mundur dari DPRD Sumbar. MR

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru