Gugus Tugas Covid-19 Sawahlunto Beri Pelayanan Maksimal Pasien Karantina

KESEHATAN-381 hit

SAWAHLUNTO - Guna menjaga daya tahan fisik dan imun, serta mengurangi kejenuhan dimasa isolasi bagi korban terpapar COVID-19 di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Sawahlunto, Sumatera Barat, Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 melakukan kegiatan berolah raga dua kali sepekan, serta mereka diberikan makanan bergizi agar cepat pulih.

Hal itu di kemukakan Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (Dinkes Dalduk)Yasril, SKM, MM, saat dikonfirmasi beritaminang.com malam tadi, terkait tindakan dan pemberlakukan Pemerintah terhadap warga korban COVID-19 yang di karantina di BDTBT.

Yasril menuturkan, pemberlakukan pemerintah dalam menangani warga korban terpapar COVID-19 sesuai standar dan SOP yang berlaku. Untuk menjaga daya tahan tubuh dan kebugaran mereka, Tim Gugus Tugas mengagendakan program berolahraga minimal dua kali sepekan setiap Senin dan Kamis disertai pemberian makanan yang bergizi.

Dia melanjutkan, hingga saat berita ini diturunkan, kondisi pusat karantina BDTBT kini hanya melayani 15 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 ditambah 3 orang lainnya yang sempat kontak erat dengan korban positif, total di karantina saat ini 18 orang.

"Secara umum mereka dalam kondisi perawatan untuk menuju sehat, meski ada keluhan ringan dari seorang pasien yang merasakan nafasnya sesak, namun setelah diberi obat oleh dokter Alhamdulillah, kondisi kesehatannya mulai terasa aman." Ungkap Yasril.

Pasien Hamil dan Gizi Ransum

Yasril menambahkan masih ada 1 pasien yang sedang hamil, diperkirakan persalinannya akan terjadi di minggu ketiga di bulan September ini. Untuk menghadapai persalinan agar tidak beresiko, pihak Dinas Kesehatan merencanakan ibu ini segera akan dirujuk ke RS rujukan COVID-19 di Padang.

Selain itu, dimasa karantina saat ini juga ada 1 pasien yang sudah hampir sebulan menghuni pusat karantina belum juga dinyatakan sembuh tapi sempat terkonfirmasi 1 kali negatif COVID-19. Hal ini akan dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter ahli.

"Apakah yang bersangkutan bisa dianggap sembuh atau belum, nanti kami lihat dari hasil pemeriksaan dokter ahli sebab ada juga masa penyembuhan yang cepat 6 sampai 7 hari, padahal masa inkubasi penyembuhan yang normal itu 14 hingga 15 hari. Perlu saya sampaikan yang bersangkutan merasa tidak ada keluhan." Kata Yasril.

Menyoal pemberian ransum makanan, pihak Gugus Tugas Covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk memberikan standar makanan bergizi yang ditangani

ahli gizi Dinkes Dalduk seperti, mereka diberikan makanan yang nilai gizinya baik dengan laukpauknya ikan, ayam, daging snack bubur kacang hijau, telur dan jenis makanan lainnya. (iyos)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru