Enam Warga Sawahlunto Kembali Terpapar Covid-19, Satu Diantaranya Perawat

KESEHATAN-348 hit

SAWAHLUNTO - Enam warga Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, dinyatakan terkonfirmasi positif terpapar COVID-19, setelah hasil swab test Jumat (28/8/20) lalu dikeluarkan pihak Laboratorium Biomedik (Riset Terpadu) Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand, Padang. Hal itu disampaikan Kadis Kesehatan Sawahlunto, Yasril,S.KM,MM yang dikonfirmasi beritaminang.com, Selasa (1/9/20) siang.

Dikatakan dia, keenam orang itu 5 diantaranya berasal dari satu keluarga di Desa Muaro Kalaban, dan 1 lainnya adalah warga Talawi, perawat kesehatan yang bertugas di Puskesmas Kampung Teleng, Kecamatan Lembah Segar. kini, lanjutnya, ke enam orang tersebut sudah di isolasi di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Sri Durian.

"Mereka yang enam orang itu semua dinyatakan terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 berdasarkan hasil uji swab ke laboratorium Fakultas Kedokteran Unand, untuk tindakan yang dilakukan mereka sudah isolasi di BDTBT. Saya minta mereka yang merasa kontak erat dengan mereka agar segera mendatangi Tim Gugus Tugas COVID-19 untuk dilakukan swab tes hari ini juga." Katanya.

Yasril menghimbau, mereka yang kontak erat berdasarkan hasil tracking kemudian dilakukan swab test terhadap dirinya diminta agar tidak melakukan perjalanan keluar rumah dan tempat lainnya untuk berkumpul-kumpul. Tetapi harus mengisolasi diri dirumah masing-masing sambil menunggu hasil swab yang dilakukan pihak laboratorium Fakultas Kedokteran Unand.

Gugus Tugas COVID- 19 Lakukan Tracking

Terpisah, Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kota Sawahlunto Adri Yusman,S.Sos,MM mengatakan, berdasarkan riwayat perjalanannya, 5 orang warga Muaro Kalaban itu diketahui suspec setelah melakukan upaya pengobatan ke Rumah Sakit Sawahlunto dan sempat beribat ke dokter spesialis penyakit dalam dengan keluhan lidah dan hidung tidak berasa diselingi demam dan panas.

Atas keluhan itu, lanjut Adi Yusman, pihak Rumah Sakit Daerah Sawahlunto menyarankan untuk dilakukan swab test Jumat pekan lalu, dan mereka menyanggupunya, sehingga hasilnya baru dinyatakan positif oleh pihak Laboratorium Biomedik Unand. Begitu juga dengan korban perawat kesehatan Puskesmas Kampung Teleng yang tinggal di Talawi.

Diketahuinya mereka positif COVID-19 Tim Gugus Tugas langsung melakukan tracking terhadap hampir 100 orang yang kontak erat dengan 5 korban terkonfirmasi di Muaro Kalaban, dan puluhan lainnya yang kontak erat dengan perawat asal Talawi.

Akibat satu perawat kesehatan Puskesmas Kampung Teleng itu terpapar, maka manajemen Puskesmas mengambil tindakan menutup sementara Puskesmas untuk melayani masyarakat jelang keluarnya hasil swab test yang dilakukan terhadap pegawai pusat pelayanan kesehatan tersebut.

Kasus baru ini diduga berasal dari klaster luar daerah, karena korban sekeluarga yang di Muaro Kalaban sebelumnya sempat melakukan perjalanan ke Pekanbaru yang juga jadi zona merah COVId-19, dan 1 korban perawat diduga sempat kontak erat dengan salah satu rekannya yang juga berasal dari luar daerah.

Munculnya 6 kasus baru ini, maka kini Sawahlunto telah mengkoleksi kumulatif kasus positif Covid-19 menjadi 37 orang. 21 orang dikabarkan kondisinya sudah sembuh, kemudian 1meninggal dunia, dan 15 lainnya masih menjalani pengobatan dan perawatan serta isolasi. (Iyos)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru