Ini Catatan Pengalaman Kapala DKP Sumbar Yosmeri, Usai Terpapar Covid-19

KESEHATAN-213 hit

PADANG - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kepala DKP) Sumbar, Ir. Yosmeri menyampaikan catatan pengalaman kepada kita semua, setelah ia harus menjalani isolasi dan pengobatan usai dinyatakan positif Covid-19.

Catatan yang banyak dibagikan nitizen di media sosial ini, menjadi perbincangan sejak awal pekan ini.

Yosmeri menyampaikan, ia sudah sangat ketat melakukan protokol Covid-19. Ia mengaku positif corona sepulang kunjungan dari Kota Pekanbaru, Kamis (13/8/2020) lalu.

Dijelaskan Yosmeri, sebelumnya, Jumat, 7 Agustus 2020 ia dan staf di DKP Sumbar melalukan tes Swab sekitar 135 orang. Hasilnya Swab semua pegawai termasuk dirinya negatif.

Senin, 10 Agustus ia dinas ke Pekanbaru dan melakukan rapat di Kantor Gubernur Riau sehari setelahnya. Di sana, ia tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sampai handphone yang dimilikinya pun dibersihkan dengan hand sanitizer.

Usai kegiatan dinas, Rabu, 13 Agustus 2020 ia berkunjung ke tempat keluarga yang ada di Pekanbaru. Bahkan menemui beberapa orang adiknya yang ada di sana.

"Saya ngobrol seperti biasa dengan tetap memakai masker. Bahkan dari rumah adik di lokasi pertama, kedua, dan ketiga," katanya.

Kemudian, kata Yosmeri, setelah kunjungan di lokasi ketiga, ia berkunjung ke tempat adiknya yang keempat. Karena ini kunjungan terakhir, ia merasa akan langsung ke Padang setelah dari situ, ia tak memakai masker. Ia pun minum dan makan di situ. Bahkan saat berbincang pun kembali tanpa menggunakan masker.

"Sedangkan sopir saya hanya masuak rumah sabentar dan langsung keluar duduk di luar rumah," sebut Yos.

Dalam perjalanan ke Padang pun ia hanya mampir makan di Kota Payakumbuh dan sampai di Padang pada Rabu malam. Kamis (13/8/2020) ia melakukan swab tes, karena setiap ASN yang datang dari perjalanan luar Sumbar wajib Swab. Hasilnya, ia dinyatakan positif Covid-19.

Dengan hasil ini, ia kemudian langsung mengkontak Dinkes Riau agar melakukan tracking terhadap semua adik-adik dan ponakan yang kontak di Pekanbaru.

Setelah dilakukan swab, ternyata adik dan ponakan yang ia temui ditempat terakhir dan saat itu tidak mengenakan pakai, empat orang dinyatakan positif sedangkan yang tiga titik lagi saya temui hasil swab-nya negatif.

Menariknya, kata Yosmeri, hasil swab-nya positif sedangkan sopirnya negatif padahal sama-sama pergi dan pulang.

"Maka dari tracking tersebut saya dapat ambil kesimpulan, saya terpapar Covid-19 dari lokasi yang terakhir, karena saya di sana tidak gunakan masker. Kenapa sopir tidak kena? Sebab sopir tidak masuk ke rumah dan selama di perjalanan kami tetap sama-sama pakai masker," katanya.

Yosmeri mengingatkan tentang pentingnya memakai masker dan menghindari kontak dengan orang yang berasal dari zona merah Covid-19, seperti Jakarta. Penggunaan masker sangat membantu diri dari penularan Covid-19.

"Ini contoh pengalaman saya langsung. Adik saya memberitahu, satu minggu sebelum saya ke rumahnya ada kawannya bertamu ke rumah yang baru pulang dari Jakarta bersin-bersin dan batuk di rumah saat bertamu, padahal sudah dikatakan untuk tidak masuk rumah tapi diabaikan," tuturnya.

Intinya saran Yosmeri, bahwa orang dari zona merah seperti dari Jakarta perlu diwaspadai, apakah keluarga, teman kerja atau tetangga agar kita bisa memutus mata rantai Covid. Dan yang datang dari zona merah pun harus sadar pula untuk tidak keluyuran.

"Saya sangat menyarankan, wajib pakai masker dimanapun berada, karena tidak menjamin aman jika diluar walaupun hanya sabentar," ujanya.

Alhamdulillah, setelah menjalankan perawatan dan sudah dua kali lakukan tes swab, Yosmeri dinyatakan negatif Covid-19 dan dirinya sudah sembuh. Je/Editor

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru