Temukan Varietas Unggul, Penyuluh Pertanian Solsel Yuli Asnita Jadi Terbaik di Sumbar

TEKNO-572 hit

PADANG ARO - Nama Yuli Asnita sontak harum di Kantor Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar di Padang pada Senin 17/8/20.

Yuli kelahiran 1974 tersebut (46 thn), dinobatkan sebagai teladan I tingkat Propinsi Sumatera Barat kategori penilaian Tenaga Harian Lepas (THL) penyuluh pertanian. Bahkan Yuli juga berhak diusulkan sebagai nominasi terbaik tingkat nasional, dan terakhir Yuli juga sudah diumumkan oleh Kementerian Pertanian RI sebagai nominasi THL Penyuluh pertanian teladan nasional.

Yuli yang merupakan alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Angkatan 93) tersebut sebenarnya bukanlah orang baru di dunia kepenyuluhan. Ia sudah mengabdikan diri di di Solok Selatan semenjak 2008 silam.

"Yuli bertugas sebagai honorer Penyuluh pertanian sudah hampir 12 tahun sejak 2008 silam. Saat inipun Yuli masih berstatus pegawai honorer pemerintah pusat dan bertugas di Pasir Talang Selatan," ujarnya.

Yuli yang sehari-hari berkediaman di Mudiak Lolo, Nagari Sako Pasir Talang, Kec. Sungai Pagu, Solok Selatan, memiliki beberapa harapan kepada pihak-pihak terkait. Harapannya ini menurut Yuli juga menjadi harapan penyuluh-penyuluh lainnya, agar dapat menjalankan tugas secara lebih optimal.

"Tolong bantu fasilitasi kami dengan kendaran motor yg sesuai dg medan/wilayah kerja sebagai penyuluh pertanian. Karena belum semua penyuluh memiliki kendaraan dinas," pintanya.

Yuli sendiri saat ini sudah memiliki kendaraan dinas roda dua untuk menunjang aktifitasnya sehari- hari.

"Saya pribadi Alhamdulillah sudah dibantu motor dinas, walaupun itu bukan kendaran baru. Motor yang saya pakai juga sudah mengalami turun mesin. Namun telah penggantian pembayaran kerusakannya. Tapi alangkah bahagia saya, kalau Pemda bersedia memberi reward sebuah motor dinas baru," ujarnya berharap.

Namun hal tersebut menurut Yuli tidaklah menyurutkan semangat para penyuluh untuk mengabdi kepada masyarakat.

"Yang jelas, selama lebih kurang 12 tahun ia dan kawan-kawan penyuluh mengabdi, Kami tetap bekerja sesuai tupoksi sebagai penyuluh, walau status kami sampai saat ini masih terombang ambing," jelas Yuli.

Terombang ambing yang dimaksud adalah, belum adanya kepastian pengangkatan mereka sebagai tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) oleh pemerintah pusat. Dalam keseharian, tak jarang para penyuluh pertanian langsung bertani guna membantu kehidupan mereka, termasuk Yuli sendiri.

Yuli bersama rekan-rekan penyuluh honor lain telah, sebenarnya telah dinyatakan kelulusannya sebagai tenaga P3K pada Januari 2019 silam. Namun hingga saat ini belum ada informasi pasti terkait pengangkatan mereka sebagai P3K tersebut.

Saat ini, ia sedang menunggu proses ditetapkannya padi simauang sebagai padi varietas unggul lokal Solok Selatan.

Ia mengaku telah melakukan uji lapangan semenjak 2018 silam dengan dibantu oleh Balai Pengawasan Sertifikasi Benih (BPSB) Sumbar di Bukittinggi dan juga Dinas Pertanian.

Menurutnya sudah seharusnya Solok Selatan memiliki varietas benih padi yang tersertifikasi yang akan meningkatkan produktifitas petani seperti halnya varietas siamuang. Selama ini benih padi di Solsel seperti halnya redek, anak daro, bawan, dan lainnya telah disertifikasi oleh daerah lain.

Dengan disertifikasinya padi ini nantinya, maka para petani akan mudah mendapatkan benih berlabel, tersertifikasi, dan telah melalui uji lapangan dan juga penelitian. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktifitas petani itu sendiri.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Solsel Vera Septaria membenarkan, bahwa belum semua tenaga penyuluh pertanian tersebut bisa terfasilitasi dengan baik dalam pelaksanaan tugasnya dilapangan, dikarenakan adanya berbagai keterbatasan. Termasuk fasilitasi kendaraan dinas roda dua.

"Kita ada 32 orang PNS, dan 32 orang honorer penyuluh pertanian. Dan baru sebagian yang bisa kita bantu dengan sepeda motor," ungkap Vera.

Pihaknya sudah berencana untuk menyediakan sepeda motor pada tahun ini melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat, namun terkendala akibat covid, sehingga belum jadi dilaksanakan.

Plt. Kadis Pertanian Del Irwan ketika dimintai tanggapannya, terkait harapan penyuluh berprestasi Yuli Asnita untuk mendapatkan motor dinas baru, ia mengatakan akan mengupayakan agar keinginan Yuli tersebut dapat terealisasi dan dianggarkan nantinya.

"Insya Allah nanti akan kita upayakan penganggaran kendaraan dinas baru buat Yuli yang telah berprestasi tingkat nasional," janji Del Irwan. AA

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru