Begini Profil Transmigran Sukses Usaha Batik, Label HW Trans di Lunang Silaut

EKONOMI-38 hit

LUNANG SILAUT - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar berkunjung ke rumah produksi batik printing Himpunan Wira Usaha Transmigrasi (HW Trans) Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat guna memotivasi pengrajin, Sabtu (25/7/2020).

Dalam kunjungannya menteri didampingi Kadisnakertrans Sumbar Nazrizal, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni dan disambut pimpinan Rumah Produksi Batik Printing HW Trans Lunang Silaut, Dewi Hapsari Kurniasih.

Untuk mendorong dan memotivasi para pengrajin batik dan dalam kesempatan itu menteri menyempatkan diri membubuhkan tanda tangan pada kain batik yang sedang dalam proses printing.

"Ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya dan anggota pengrajin batik lainnya di rumah produksi ini. Sebab melalui kunjungan selama dua hari ke daerah ini, beliau menyampatkan diri singgah ke tempat kami," kata Dewi Hapsari Kurniasih.

Pimpinan Rumah Produksi Batik Printing HW Trans Lunang Silaut, yang akrab Dewi, menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan menteri bersama rombongan ke tempat usahanya itu.

Ia menyebut saat ini terdapat dua motif batik yang diunggulkan dan diproduksi di Rumah Produksi Batik Printing HW Trans Lunang Silaut ini. Diantaranya, Batik Tanah Liek, dan Batik Mandeh Rubiah.

Terkait berapa harga per meter batik yang diproduksi di rumah batik itu, tergantung dari permintaan konsumen.

"Saya katakan demikian, sebab bila pemesanan meminta batik tulis, harganya akan lebih mahal atau bisa di atas Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per meter. Beda bila pembuatannya dilakukan dengan cara di printing, tentu akan lebih murah. Namun itu tergantung pula pada jenis kain yang digunakan," katanya lagi.

Berdiri pada tahun 2013 silam HW Trans batik tanah liek dibawah pimpinan Dewi Hapsari Kurniasih sekarang anggotanya terus bertambah. Ada tiga jenis batik yang diproduksi, yakni Batik printing, diproduksi di pabrik batik di pusat KTM, batik tulis dan batik cap yang membutuhkan keterampilan dalam membuatnya.

Batik khas Pessel ini, sudah punya prestasi mendunia dan sering tampil dalam acara fashion apakah itu di Jakarta dan Jogjakarta. Ada 2 (dua) motif batik yang diunggulkan dan diproduksi yakni Batik Tanah Liek dan Batik Mande Rubiah. Bahkan Batik Mande Rubiah sudah tampil di ajang New York Fashion Week (NYFW) di kota New York, AS, tanggal 18 Juli 2019.

"Kita bangga dengan kerja keras kelompok HW Trans dalam membatik, sehingga sukses membuat batik khas di Sumbar nuanse Pessel dengan Batik Tanah Liek dan Batik Mande Rubiah," ulas Kadisnakertrans Sumbar Nazrizal. Hms-Sumbar/BM

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru