Mahasiswa Kukerta Unri di Padang Pariaman, Gelar Seminar Proliga Cabai Bagi Keltan

PENDIDIKAN-87 hit

PADANG PARIAMAN - Tim Kukerta "Balek Kampung" Universitas Riau (Unri) mengadakan seminar bertajuk sharing pertanian PROLIGA (Produksi Lipat Ganda) Cabai dan pemanfaatan arang sekam padi sebagai Pupuk Organik Tahun 2020, Minggu (26/07/2020). Seminar yang mengambil tempat di Aula Kantor Wali Nagari Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat dengan peserta para petani dari Kelompok Tani (Kelyan) yang ada di Nagari Kuranji Hulu.

Dalam makalahnya Arju Paratsingh Kapoor, mahasiswa yang menggeluti Agroteknologi dari Faperta Unri menguraikan tentang teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga) yang saat ini mulai diterapkan pada tanaman cabai.

"Teknologi ini telah diperkenalkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan terus didesiminasikan hingga sekarang untuk mendukung pemerintah dalam swasembada pangan," katanya.

Ia menyebutkan, kepadatan populasi tanaman juga akan mempengaruhi produksi cabai. Untuk itu, dalam satu hektar, petani akan menanam 20 ribu tanaman cabai. Pada proliga, populasi tanaman cabai ditingkatkan menjadi 30 ribu tanaman/hektar.

Caranya, sebut Arju, agar tercapai jumlah 30 ribu tanaman/hektar maka dilakukan penanaman dengan pola 2:1 zig-zag. Pada satu lubang ditanami 2 tanaman, kemudian lubang berikutnya 1 tanaman. Metode tanam zig-zag ini bertujuan agar cahaya matahari tidak akan terhalang dan sirkulasi udara tidak terganggu.

Sedangkan sekam padi dapat berfungsi untuk menggemburkan tanah. Abu dari sekam padi ternyata memiliki berbagai jenis unsur-unsur kimia yang baik untuk kesuburan dan juga dapat menggemburkan tanah. Semakin halus arang sekam, briket yang dihasilkan akan menjadi semakin padat dan kompak, maka semakin lama pula daya bakar briketnya.

Praktek pembuatan arang sekam tersebut melibatkan warga kelompok Tani Nagari Kuranji Hulu. Ide tersebut mendapat sambutan baik, selain bermanfaat bagi tanaman, arang sekam juga potensial dapat menambah pendapatan dimasa pandemi covid-19.

Dalam pembukaan acara seminar, didahului dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh Yusi Seprina, mahasiswa Jurusan Fisika UNRI. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana Oky Yuwanda, mahasiswa Prodi Akuntansi.

"Terimakasih kepada para peserta seminar dengan harapan seminar ini mampu menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat serta tindak lanjut yang konkrit dari seluruh stakeholder. Teristimewa kepada Warga dan kelompok tani yang hadir, sebagai upaya menuju pertanian yang berkelanjutan dan swasembada Cabai di daerah Sumatera Barat," sebut Oky. Rel/Editor

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru