Kepala BLK Padang Panjang Tutup Pelatihan Menjahit Berbasis Kompetensi

PEMERINTAHAN-52 hit

PADANG PANJANG - Kepala UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Padang Panjang Disnakertrans Sumbar, Suryadi Boy menutup secara resmi Pelatihan Berbasis Kompetensi 2 (dua) paket Jurusan Menjahit Pakaian Sesuai Style dana APBN di BLK Padang Panjang, Kamis 23 Juli 2020.

Kepala UPTD BLK Padang Panjang Disnakertrans Sumbar Suryadi Boy dalam sambutannya meminta kepada seluruh peserta menggunakan keahliannya untuk menjadi bekal dalam bekerja, apakah itu di tempat bekerja atau membuka usaha menjahit. Ia juga mengaku cukup puas atas kemajuan peserta pelatihan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh instruktur yang berpengalaman yang ada di BLK Padang Panjang.

Sebagaimana diketahui, sejak 20 Juni 2020, sebanyak dua paket pelatihan Jurusan Menjahit sesuai style institusional dilakukan di BLK Padang Panjang, hingga 20 Juli 2020 mendatang. Diharapkan usai pelatihan mereka bisa masuk dunia kerja atau melakukan usaha sendiri.

Disebutkan Boy, setiap paket pelatihan diikuti 16 orang peserta. Jadi, kedua peket pelatihan menjahit ini diikuti 32 peserta. Para peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar. Kali ini, peserta pelihan menjahit datan dari Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang Panjang. Pelatihan berlangsung di BLK Padang Panjang dan peserta tinggal di Mess BLK

"Semua biaya ditanggung pemerintah melalui sumber Dana APBN di BLK Padang Panjang dengan 2 Paket menjahit dari tanggal 20 Juni s/d 20 Juli 2020," sebut Boy.

Suryadi Boy juga menyampaikan, setelah beberapa lama vakum akibat pandemi Covid-19 dan asrama dijadikan sebegai tempat karantina penanganan Covid-19, otomatis pelatihan tidak bisa dilakukan.

"Dan sejak berakhirnya PSBB dan memasuki new normal BLK tidak lagi jadi lokasi karantina, pelatihan tenaga kerja bisa kita lakukan kembali," sebutnya.

Kegiatan pelatihan dilakukan dengan sumber dananya dari APBD maupun APBN. Dana APBD Provinsi Sumbar, itu semuaya merupakan dalam bentuk Pokir dilaksanakan dengan pola MTU. Sedangkan dana APBN dilaksanakan dengan pola Institusional dan MTU. Hms-Sumbar/MR

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru