3 Warga di Sumbar Positif Covid-19 Sabtu Pagi, Satu Pendatang Asal Medan Sumut

KESEHATAN-477 hit

PADANG - Jasman Rizal, Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat menyebutkan, Sabtu, 04 Juli 2020 sampai pukul 05.00 WIB, terkonfirmasi tiga warga di Sumbar positif Covid-19, salah satunya pendatang dari Medan, Sumatera Utara.

Jasman juga menyampaikan, Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso dibawah pimpinan dan penanggungjawabnya Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc berhasil melakukan uji spesimen sebanyak 2.119 sample dari berbagai rumah sakit Kabupaten dan Kota se Sumbar (2.107 diperiksa di Lab Unand dan 12 sample di Baso Agam) dengan hasil sementara:

Positif 3 orang

Sembuh 1 orang

Rincian positif:

1. Kota Padang 2 orang. Dimana 1 orang dari RST dan 1 orang warga Medan yang baru datang ke Padang untuk kuliah di salah satu universitas di kota Padang.

2. Kota Padang Panjang 1 orang. Kemaren lusa telah terperiksa, namun inkonklusif. Baru hari ini dinyatakan positif setelah dilakukan pemeriksaan ulang.

Dari data di atas menunjukkan bahwa kasus import case yang perlu kita waspadai, seperti mahasiswa dari Medan tersebut.

Untuk itu diperlukan kehati-hatian kita semua menyikapi fenomena ini, karena secara lokal penyebaran covid-19 telah dapat kita kendalikan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan terendahnya posivity rate sumbar secara nasional (1,8).

Dengan demikian, total di sumbar positif terinfeksi covid-19 sampai hari ini adalah 763 orang, dengan rincian:

1. Total kesembuhan 623 orang (81,65%).

2. Dirawat di Rumah sakit, karantina dan Isolasi Mandiri sejumlah 109 orang (14,28%)

3. Meninggal dunia 31 orang (4,06%).

Dalam hal ini, tidak bosan-bosannya kami mengingatkan pesan Gubernur Sumbar selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumbar, agar masyakat tetap waspada. Jangan menganggap bahwa dengan telah bebasnya beraktivitas, seakan virus corona juga tidak ada lagi. Justru dengan telah kembalinya aktivitas seperti biasa, protokol kesehatan harus bertambah ketat lagi kita lakukan. Tetaplah jaga jarak, pakai masker, hindari kerumunan, jangan ada kontak fisik seperti bersalaman, seriglah cuci tangan, berbelanja kuliner perhatikan penjualnya apakah mematuhi protokol kesehatan atau tidak, terutama makanan yang terbuka dan lain-lain, dan yang terpenting jangan lupakan selalu berdoa kepada Allah SWT, semoga pandemi ini segera berakhir.

Kembali kami ingatkan, sebut Jasman, agar penjual makanan yang sifatnya terbuka (rumah makan, kafe-kafe dan lain-lain), agar para pelayan yang mengambil makanan untuk wajib selalu pakai masker dan tidak bicara di depan makanan tersebut. Kita semua berhak untuk menegur dan mengingatkan pelayan dan pemilik rumah makan agar mewajibkan semua karyawannya memakai masker dengan benar. Masih banyak kita perhatikan pelayan makanan memakai masker hanya sampai dagu dan mereka masih berbicara di depan makanan. Ini sangat riskan dan sangat berbahaya bagi orang lain. Sebaiknya mari saling ingatkan demi kesehatan kita semua.

"Tetaplah jaga kesehatan dan marilah kita konsisten dan disiplin mematuhi semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Untuk keterangan dan rincian lain dan atau jika ada perobahan data, nanti sore akan kami sampaikan secara lengkap," ujarnya. RelGT/MR

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru