DPRD Bukittinggi Rakor Bersama Pemko Terkait Tiga Hal Penting

PEMERINTAHAN-213 hit

BUKITTINGGI - DPRD Bukittinggi Rakor bersama Pemko terkait tiga hal penting tentang operasional pasa ateh , pembangunan RSUD dan pembangunan gedung dewan yang baru.

Rapat koordinasi antara DPRD Bukittinggi dengan Pemko itu di gelar di Gedung DPRD, Senin (29/06).

Menurut Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Sofyan mengatakan, rapat dilaksanakan dalam rangka mendapatkan informasi secara resmi dari Pemko, terkait operasional Pasa Ateh, pembangunan RSUD dan rencana pembangunan gedung DPRD.

Informasi yang didapat, akan menjadi bahan bagi wakil rakyat, untuk memberikan masukan ataupun memberikan penjelasan kepada masyarakat Bukittinggi.

"Ada tiga informasi yang kita terima hari ini, petama bagaimana rencana operasional Pasa Ateh, kedua bagaimana perkembangan pembangunan RSUD dan yang ketiga bagaimana rencana pembangunan gedung DPRD yang baru . Sehingga dapat menjadi bahan bagi kami Anggota DPRD sebagai mitra kerja Pemko, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan," jelasnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam rapat itu, menjelaskan, untuk operasional Pasa Ateh, akan segera dimusyawarahkan serta disosialisasikan kepada pemegang hak sewa pada Selasa besok (30/6). Sosialisasi terkait, aturan yang harus diikuti pedagang dan juga besaran sewa yang merupakan hasil hitungan KPKNL.

"Besaran sewanya telah kami sampaikan ke DPRD. Bagaimana untuk beberapa bulan kedepan, tentu jadi pertimbangan kami, karena kita dilanda covid-19 yang berdampak pada perekonomian warga, khususnya pedagang. Jadi tentu kita bicarakan juga besok dengan pedagang, semoga mendapat kesepakatan terbaik," jelas Ramlan.

Lebih lanjut Wako menjelaskan tentang pembangunan RSUD, yang telah dilanjutkan kembali, dikerjakan oleh PT. MAS, karena kontraktor sebelumnya bermasalah.

"Kontrak pelaksanaannya hingga Oktober 2020 dengan anggaran Rp 80 milyar. Semoga selesai tepat waktu sesuai dengan kontraknya ," harap Ramlan.

Sementara, untuk pembangunan Gedung DPRD yang baru, diakui Ramlan mengalami kendala. Untuk kelanjutannya, melihat kondisi keuangan daerah.

" Dana yang sudah dianggarkan kita arahkan dulu untuk penanganan covid-19. Jadi pembangunan DPRD kita tunda sementara. Intinya tetap kita akan bangun nanti, melihat kondisi keuangan daerah dan aturan yang jelas," ungkap Wako.

(Yus)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru