Kasus Meninggalnya Warga Atas Pengeroyokan Membuat Wali Nagari Koto Tinggi Sedih

Penulis: Marjeni Rokcalva

DHARMASRAYA - Peristiwa meninggaalnya seorang pemuda Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar, yang menjadi korban penganiyaaan dan pengeroyokan Minggu lalu (21/06), sungguh memprihatinkan sekali dan disesali Wali Nagari Koto Tinggi Andesra.

Saat di temui awak media di Kantor Wali Nagar Koto Tinggi, Kamis (25/06), ia mengatakan, sebagai pemimpin di nagari kami sungguh sedih dan prihatin atas kejadian tersebut. Apalagi korban Dani Kumara yang berumur 23 tahun, tinggalnya tidak jauh dari kantor Wali Nagari Koto Tinggi.

"Awaknya saya sendiri tidak tahu peristiwa atau kronologis kejadian itu. Barulah saya tahu, ketika salah seorang Anggota Polsek Sungai Rumbai memberithukan kepada saya melalui telpon seluler menyebutkan ada warga pak wali meninggal dunia di RSU Sungai Rumbai diduga kasus penganiyaan. Itulah saya terkejut mendapat informasinya," ceritanya.

Baca Juga


Ia menyayangkan kasus ini. Kejadian ini mungkin tidak bisa terjadi kalau kita saling komunikasi dan musyawarah antar kedua belah pihak, tentang apa yang sebenar terjadi.

"Bukan main hakim sendiri atau keroyoan. Kerana negara kita ini adalah negara hukum. Setiap masalah bisa diselesaikan dengan diadakan pertemuan untuk mencarikan jalan solusi dengan arif dan bijak," sambungnya.

Ia juga mengatakan, karena kasusnta sudah ditanganni penyidik dari Polres Dharamasraya, kita menunggu prosesnya.sesusai dengan hukum yang berlau.

"Kita berharap kedepannya peristiwa ini tidak terulang lagi dan mari kita bersama sama saling menjaga kerukunan dan menjalin persatuan, menjalin tali persaudaraan demi anak cucu kita nantinya," ucap Andesra. Eko/MR

Loading...

Komentar

Berita Terbaru