Pelayanan RSUD Padang Panjang Kembali Normal

KESEHATAN-246 hit

PADANG PANJANG - Dalam masa new normal ini RSUD Kota Padang Panjang, Sumbar, telah membuka kembali seluruh layanan dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan. Protokol kesehatan tersebut di antaranya pengecekan pasien di pintu masuk dan pembuatan tabir pembatas pada ruang-ruang yang sekiranya berhadapan langsung dengan pasien.

Direktur Umum Rumah Sakit Daerah Kota Padang Panjang, dr. Ardoni saat dihubungi melalui WathsApp mengatakan pihaknya telah membuka kembali seluruh bentuk layanan kepada masyarakat seperti semula (sebelum adanya covid).

"Seperti pelayanan rawat inap, pelayanan rawat jalan termasuk pelayanan penunjang seperti labor Rontgen semuanya telah kembali berjalan seperti biasa," ucapnya.

Namun demikian, Ardoni mengatakan untuk pasien rawat inap memang dibatasi hanya boleh didampingi oleh satu orang dari pihak keluarga saja, sedangkan untuk waktu besuk pasien untuk sementara juga dibatasi.

"Kalau waktu sebelum new normal untuk besuk pasien tidak dibolehkan, tetapi setelah melakukan berbagai pertimbangan. Maka untuk masa new normal ini,para pasien bisa dibesuk dengan cara bergantian namun tetap dibatasi. Mungkin satu kali masuk cuma berdua, itupun pada jam yang telah ditetapkan yaitu mulai dari jam 11 : 00 WIB - 13 : 00 WIB dan 17 : 00 WIB - 20 : 00 WIB, " jelasnya

Ardoni juga menegaskan sejumlah protokol yang saat ini telah disusun nantinya bakal diperketat. Seperti social distancing di ruang tunggu bakal ditingkatkan, lalu, ada peningkatan keamanan pada rawat jalan dan rawat inap.

"Dan para petugas medis pun harus selalu memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap," ucapnya.

Sementara itu, untuk ruang perawatan, Ardoni mengatakan juga telah memisahkan antara bangsal infeksi dan non infeksi. Kedua ruangan tersebut akan ditempatkan pada gedung yang berbeda.

"Untuk situasi pandemi memang sudah kita siapkan ruangan khusus untuk orang - orang yang dianggap ODP/PDP yang disebut dengan ruang isolasi. Jadi apapun sakit orang nanti, ketika dokter spesialis menyatakan dia ODP/PDP maka akan kami tempatkan dibangsal isolasi, begitu juga sebaliknya bagi mereka yang menurut dokter spesialis tidak ODP/PDP maka dia akan dirawat dibangsal biasa," jelasnya. (Lex)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru