Seorang Warga Solok Selatan Menolak Menerima BLT Kabupaten, Ini Alasannya

EKONOMI-2928 hit

PADANG ARO - Masyarakat terdampak Pendemi Covid-19 yang masuk dalam data penerima bantuan, disambut dengan sukacita dan senang hati. Pasalnya bantuan yang diberikan tersebut akan dapat membantu kesulitan mereka dalam memenuhi berbagai kebutuhan mendesak untuk keluarga. Artinya, ketika bantuan datang sudah pasti mereka akan segera datang menjemput

Namun tidak demikian halnya yang dilakukan oleh Armensis. Dirinya yang tercatat sebagai penerima BLT Kabupaten di Jorong Padang Alai, Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir dengan nomor urut nama 117, dengan sukarela tidak mau mengambil dana batuan tersebut.

Pasalnya, Armensis yang juga tercatat sebagai seorang jurnalis media online di Solsel itu, merasa tidak wajar dirinya untuk mengambil dana bantuan BLT Kabupaten tersebut, karena istrinya tercatat sebagai pensiunan ASN.

"Saya dengan sukarela tidak mau mengambil dana BLT Kabupaten Solsel yang berjumlah Rp1,8 juta itu, " kata Armensis yang biasa dipanggil Kak Imen itu.

Menurut Kak Imen, kemaren Senin (1/6/2020) dirinya ditelpon lansung Kepala Jorong Padang Alai, Nas. Menururt jorong Nas, nama Armensis masuk dalam data penerima BLT Kabupaten pada urut 117 daftar penerima bantuan.

Mendapati informasi itu Armensis mendatangi tempat penyaluran bantuan, dan dengan sadar dan rela dia tidak bersedia untuk mengambil bantuan BLT Kabupaten yang di bagikan oleh pihak Bank Nagari Lubuk Gadang itu di aula Kantor Camat Sangir, Selasa (2/6/2020) tersebut.

Jadi alasan Armensis tidak mau menerima bantuan BLT Kabupaten itu tepatnya, karena dalam ketentuan penerima bantuan Covid dari berbagai sumber pendanaan, PNS, TNI, Polri dan orang mampu tidak diperbolehkan untuk menerima bantuan, " demikian Armensis.

Dana BLT Kabupaten untuk Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir yang di salurkan Selasa (2/6/2020) tercatat penerimanya sebanyak 1692 KK.

Sebelumnya, Kadis Sosial dan PMD Zulkarnaini mengatakan bahwa dari semua skema bantuan yang disalurkan, sebanyak 84 persen masyarakat akan mendapatkan BLT dan bantuan lain.

Meningkat dari perkiraan sebelumnya sebanyak 77 persen, dikarenakan adanya kenaikan alokasi anggaran BLT dari Dana Desa atau Nagari. Total penerima bantuan tercatat 41.749 KK, atau lebih kurang 84 persen dari jumlah total KK di Solsel, dimana Total KK di Solsel 49.689 KK, (data per Desember 2019)

"Sebanyak 6.194 KK dari Dana Desa/Nagari, 6206 KK dari Kemensos, 3463 dari dana propinsi, 8745 KK dari bantuan PKH dan Sembako, serta 17.141 KK bersumber dari APBD Kabupaten Solsel," pungkasnya. Jufrianto/AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru