Pembagian BLT Dana Desa, Wakil Ketua DPRD Solsel Apresiasi Walinagari Pasar Muara Labuh

Ekonomi-208 hit

PADANG ARO - Wakil Ketua DPRD Solsel, Armensyah Johan mengapresiasi Wali Nagari Pasar Muara Labuh yang pertama di Kabupaten Solok Selatan mengucurkan dana bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS), uang tunai percepatan penanganan Corona Virus Desease (Covid-19) dari Bantuan Lansung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Nagari Pasar Muara Labuh.

"Atas nama lembaga dan pribadi sebagai wakil rakyat, saya mengapresiasi Pj. Wali Nagari Pasar Muara Labuh, Efrizal, Perangkat Nagari serta tim yang bertugas lansung menyelesaikan data warga penerima bantuan. Sehingga nagari Pasar Muara Labuh adalah yang pertama di kabupaten ini menyalurkan bantuan untuk masyarakat terkait dampak Pendemi Covid-19 ini, " kata Armensyah Johan usai didaulat untuk menyerahkan bantuan yang pertama pada masyarakat.

Kita pantas mengucap salut pada semua unsur di nagari yang telah bertindak cepat sehingga Nagari Pasae Muara Labuh pertama (pacah taluah) menyalurkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) di Kabupaten Solok Selatan. Artinya ini di ibaratkan sebagai Launching penyerahan BLT DD untuk Kabupaten Solok Selatan, " tambag Armensyah Johan.

"Dengan adanya penyaluran BLT - DD ini akan membangkitkan roda perekonomian untuk masyarakat Nagari Pasar Muara Labuh khususnya Solok Selatan umumnya", ujarnya

Kedepan atau besoknya sudah seharusnya di ikuti oleh nagari lain di kabupaten berjuluk Nagari Saribu Rumah Gadang ini. Hal ini diperkuat dengan telah pula keluar surat penegasan dari Dinas Sosial, PMD/N solsel bernomor : 090/320/Dinsos PMD/N-2020 tertanggal 15 Mai 2020 perihal Percepatan Penyaluran BLT Dana Desa Tingkat Nagari," kata politisi Gerindra itu.

Jadi tidak ada lagi alsan bagi Pemerintahan Nagari di daerah ini untuk menunda-nunda penyaluran BTL Dana Desa itu, kecuali nagari tersebut tidak siap dengan data warganya yang akan menerima bantuan, " tegas Armensyah Johan.

Selanjutnya dia juga suka memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu mengikuti protokol kesehatan yang telah di buat oleh pemerintah.

"Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan kegiatan yang berkumpul dan untuk selalu jaga jarak agar bisa memutuskan penyebaran virus cofid 19.," kata Armensyah Johan.

Acara yang dihadiri Tenaga Ahli Kabupaten, Gusti Zulfadli, Pendamping Desa, Joko Adrianto, Babinsa, Babinkamtibmas, dan Tim Relawan Desa lawan Covid-19 Nagari, serta pihak Bank Nagari, Elsi Kahirat, di ruang kantor wali Jumat (15/5) berjalan tertib dan lancar.

Wali Nagari Pasar Muara Labuh Efrizal didampingi Sekna, Edri Yulidra menjelaskan bahwa bantuan BLT DD, jumlah penerimanya adalah 144 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah dana yang disalurkan selama 3 (tiga) bulan Rp. 172,8 juta.

"Bantuan langsung tunai melalui dana desa ini berjumlah enam ratus ribu rupiah (Rp. 600.000,-) bagi setiap penerima setiap bulannya, dan akan diberikan selama tiga bulan yakni dari bulan April, Mei dan Juni," terang Efrizal

Ada beberapa bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat untuk menghadapi dampak pandemi virus covid-19, diantaranya ada bantuan BLT DD, PKH, bantuan pangan non tunai (BPNT), data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), serta Bansos dari Kabupaten dan Provinsi, " tambah Efrizal

"Masyarakat sebagai penerima bantuan harus tahu bahwa hanya bisa menerima satu jenis batuan, seperti disampaikan bupati agar tidak terjadi kesalahpahaman antara masyarakat penerima bantuan dengan pemerintahan desa. Maka setiap penerima bantuan, rumahmya akan di pasang stiker penerima bantuan" tutupnya.

Salah seoranh warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Budi Nugroho (50) mengaku bersyukur dan senang setelah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

"Alhamdulillah Pak, dengan bantuan ini bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga selama pandemi Covid-19," terangnya.

Sebelumnya, Budi Nungroho(50) bekerja sebagai penjual Pecal Lele di sekitaran RTH Muara Labuh. Ia mejelaskan setelah adanya pandemi Covid-19 ini, usahanya mulai merasakan dampaknya. "Pendapatan menurun drastis hampir 60 persen, demikian Budi Nugroho. AA

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru