Terlalu Lama Belajar di Rumah, Siswa di Sawahlunto Rindu ke Sekolah

SAWAHLUNTO - Perasaan jenuh tak mampu ditepis seorang pelajar ketika dia harus belajar sendiri dikamar tanpa keluar rumah. Biasanya selalu bersama sahabat dan guru di kelas, namun corona virus disease covid-19 telah membuat mereka harus terbiasa menelan kejenuhan dengan selalu tetap berada dirumah.

Semua itu demi membantu percepatan memutus mata rantai perkembangan covid-19 yang telah menelan ratusan ribu korban jiwa didunia. Tak itu saja, bahkan covid-19 turut menghempaskan kekuatan perekonomian berbagai negara termasuk Indonesia, sehingga wabah asal Cina itu telah membuat negeri terpuruk.

Fachri Abimanyu, seorang siswa kelas 1 SMAN 1 Sawahlunto sangat merasakan kondisi itu. Biasanya di belajar dan berdiskusi bersama guru dan teman-teman di sekolah dan kelompok belajarnya, kini dia belajar mandiri melalui jaringan internet untuk menyelesaikan tugas-tugas mata pelajaran yang disuguhkan para guru.

"Rasanya memang enak belajar disekilah ketimbang sendiri dirumah hanya mengandalkan lap top dan jaringan internet. Tapi harus bagaimana, saya harus taat dan disiplin terhadap himbauan pemerintah yang meliburkan sekolaah serta melarang keluar rumah, kalau belajar dirumah saja." Tutur Fachri, biasa dipanggil Abim ini.

Kepada beritaminang.com, Kamis (7/5/2020), Abim bertutur, untuk melawan rasa jenuh sehabis belajar dan menyelesaikan tugas yang diberikan guru, dia lalu manfaatkan waktu untuk bermain game yang bernuansa tantangan dalam memecahkan rintangan atau game yang mengedukasi.

Selain itu, katanya, ditengah stay at home dan menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan ini, biar tidak terlalu jenuh dia suka mendengarkan musik bergendre rock dan hip hop, tetapi musik yang lain juga sangat digandrunginya. Selama dirumah, aktifitas belajar dan penggunaan internetnya selalu dipantau sang Ibundanya Fanda Kristina.

Abim berdoa akepada Allah Subhanahuwata'ala segeralah corona ini berlalu agar dia dan teman-temannya dapat bersekolah lagi seperti biasa, bertemu guru-guru yang sangat dicintainya.

"Semoga corona virus ini cepat berlalu, dan tak lagi mengancam keselamatan jiwa manusia serta perekonomian. Saat ini kita telah terdampak harus libur sekolah dan tidak bisa kemana-mana ditambah lagi membuat beban hidup orang tua menjadi berat," tukuk Abim.

Melalui beritaminang.com mengingatkan teman-temannya agar tetap patuh terhadap himbauan pemerintah, jaga jarak fisik dengan siapapun saat diluar rumah, sering cuci tangan setelah memegang benda apapun, dan gunakan masker, serta jangan paksakan keluar rumah jika tak penting.(iyos)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru